Ketika menjelaskan pembunuhan kedua dalam video, Jutting menjelaskan bagaimana ia bertemu Mujiasih di sebuah bar dekat kediamannya dan setuju membayar 12 ribu dolar Hong Kong (USD1.550) untuk pergi ke apartemennya yang hanya beberapa menit berjalan kaki dari kawasan prostitusi di kota itu.
Jutting mengatakan dia membunuh Mujiasih dalam waktu 20 menit sejak perempuan tersebut memasuki apartemennya. Sekali lagi dia mengisyaratkan pada dua petugas yang memutarkan video untuk menunjukkan bagaimana ia menggunakan tangan kanannya untuk memotong tenggorokan sementara tangan kirinya memegang kepala perempuan itu.
"Saya tidak ingat berapa lama dia mati. Saya pikir saat satu waktu ketika dia masih hidup, aku keluar ke balkon, telanjang dan berlumuran darah dan tergeletak di balkon untuk beberapa waktu," katanya.
Mereka Adalah Mangsa
Jutting mengatakan, dia tidak tidur di antara dua pembunuhan tersebut yang memakan waktu sekira lima hari. Dalam periode itu, dia menggunakan kokain dengan jumlah berlebih dan menonton pornografi ekstrem termasuk bertema kekerasan dan perkosaan.
Dia merinci bagaimana dia bertemu korban keduanya di sebuah bar bernama New Makati, yang dikatakannya merupakan tempat yang diketahui menyediakan pekerja seks.
"Dia adalah mangsa, saya hanya bisa menggambarkan bahwa diriku berada dalam mode berburu," kata Jutting.
Dalam pemeriksaan dengan polisi pada 2 November 2014, satu hari setelah Jutting ditangkap, dia mengungkapkan sangat detail atas apa yang terjadi. Saat itu dia menceritakan dengan tenang jalannya peristiwa tersebut dan menampilkan keriangannya.
Jutting yang juga belajar di Winchester, salah satu sekolah swasta terkenal dan tertua di Inggris, diketahui bekerja di Bank of America cabang Hong Kong sebelum penangkapannya.