Image

FBI Nyatakan Skandal Terbaru E-mail Hillary Nihil Pelanggaran

Silviana Dharma, Jurnalis · Senin, 7 November 2016 - 05:20 WIB
Hillary Clinton, Huma Abedin dan Anthony Weiner. (Foto: AP/Reuters) Hillary Clinton, Huma Abedin dan Anthony Weiner. (Foto: AP/Reuters)

WASHINGTON – Biro investigasi federal (FBI) Amerika Serikat untuk kedua kalinya menyatakan hasil penyelidikan terhadap surat elektronik (surel) atau e- mail Hillary Clinton nihil pelanggaran. Hal itu dikatakan sendiri oleh Direktur FBI James B Comey dalam suratnya ke kongres.

Comey menyampaikan bahwa penyelidikan terakhir telah selesai dan tidak menemukan bukti apa pun yang dapat mengubah putusan pengadilan sebelumnya terhadap kasus serupa. Seperti diketahui, pada Juli lalu, FBI meyakinkan publik bahwa surel-surel pribadi Hillary semasa menjabat menteri luar negeri AS tidak mengancam keamanan nasional seperti yang ramai diberitakan.

“Berdasarkan penelusuran, kami tidak akan mengubah kesimpulan yang kami sampaikan di persidangan pada Juli dengan segala hormat kepada Menlu Hillary Clinton,” tulis Comey dalam surat teranyarnya kepada kongres, sebagaimana dinukil BBC, Senin (7/11/2016).

Namun skandal surel Hillary kembali menyeruak ke permukaan setelah Comey melayangkan surat baru kepada kongres. Dalam suratnya, Direktur FBI itu menjelaskan ada bukti baru yang memerlukan kasus skandal surel Hillary dibuka lagi.

Bukti baru yang dimaksud adalah surel milik suami asisten pribadinya, Huma Abedin. FBI menemukan beberapa pesan seksual secara implisit antara Anthony Weiner dan seorang remaja perempuan berusia 15 tahun di North Carolina.

Mantan ibu negara itu curiga berat tatkala kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur disangkut pautkan lagi dengan dirinya tepat 11 hari menjelang pemilihan presiden AS 8 November 2016. Padahal selama lebih dari sepekan, akun Twitter FBI sempat non-aktif.

Sekarang, dengan sudah diperjelasnya kasus ini, Hillary dan timnya bisa sedikit bernafas lebih lega. Istri Bill Clinton tersebut bisa kembali berfokus pada persaingannya dengan capres Republik, Donald Trump dua hari jelang babak penentuan.

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming