Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ketika Siswa SD Kenang Peristiwa Rawagede di Tengah Makam

Randy Wirayudha , Jurnalis-Rabu, 23 November 2016 |15:12 WIB
Ketika Siswa SD Kenang Peristiwa Rawagede di Tengah Makam
Siswa SD SIrnabaya 01 tengah menyimak sejarah Rawagede. (Randy W/Okezone)
A
A
A

KARAWANG – Peristiwa 9 Desember 1947, menjadi tragedi bagi warga Desa Rawagede. Insiden pagi hari di desa yang terdapat di pedalaman Karawang, Jawa Barat itu bahkan menjadi salah satu periode sensitif untuk dibahas pemerintah Indonesia dan Belanda. Bahkan hingga kini, 69 tahun pasca terjadinya kejadian itu.

Kala itu, selepas subuh, serdadu Belanda dari unit Depot Speciale Troepen (DST) pimpinan Mayor Alphons Wijman, menggedor rumah-rumah warga. Mereka memburu petarung republik, Kapten Lukas Kustaryo.

Namun, karena tak ada jawaban yang dikehendaki, satu per satu warga laki-laki yang berusia di atas 14 tahun dihabisi. Angka pembantaiannya pun terhitung fantastis, melebihi 400 jiwa.

Kisah pilu itu menjadi topik pembelajaran sekelompok bocah dari SD Sirnabaya 01, Karawang. Di depan para siswa, Ketua Yayasan Rawagede, Sukarman mengisahkan rangkaian peristiwa yang menghabiskan ratusan nyawa tersebut.

Sementara para siswa, mendengarkan secara serius kisah berdarah itu.Tak ada kesan seram, meski pemaparan dilakukan di tengah-tengah kuburan para korban yang berada di belakang Monumen Rawagede di Desa Balongsari, Karawang. Sebaliknya, hanya antusiasme para siswa yang mendengarkan kisah sejarah memilukan itu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement