3. Elagabalus (Roma)
Kaisar Romawi Elagabalus berkuasa pada 15 tahun, selama empat tahun. Elagabalus merupakan turunan asli Suriah dan menguasai Roma pada 218 M setelah ibu dan neneknya memicu pemberontakan dengan mengklaim Elagabalus adalah anak haram kaisar Caracalla yang tewas dibunuh.
Pada masa kepemimpinannya Elagabalus mengeluarkan kebijakan yang memicu kontroversi. Sebelum tiba di ibukota kerajaan, ia menciptakan sosok dewa matahari Elagabal, sebagai dewa tertinggi Roma. Selain itu Elagabalus juga mengejutkan rakyatnya dengan kehidupan seksual yang dimilikinya. Ia kerap berpakaian seperti wanita, dikabarkan terlibat dunia prostitusi dan menjalin hubungan percintaan dengan kusir kereta kudanya.
Elagabalus juga mendapat cemoohan dari para petinggi politik Roma karena mengizinkan ibunya memasuki aula senat yang anggotanya khusus laki-laki. Tak hanya itu, Elagabalus juga dianggap sebagai pimpinan yang korup.
Skandal besar lainnya yakni ketika ia menikah dengan seorang pendeta perempuan yang harusnya tetap suci. Bahkan Elagabalus memplokamirkan hubungan mereka akan membuahkan keturunan berupa seorang dewa.
Elagabalus (Foto: Hulton Archive/Getty Images)
Perilaku Elagabalus yang tidak bermoral membuatnya diasingkan. Pada 222 M Elagalabus tewas dieksekusi. Kepemimpinannya digantikan oleh sepupunya Alexander Severus (18).
Elagabalus kemudian dikenal sebagai pemimpin Roma yang tidak bermartabat. Tetapi beberapa sejarawan modern berpendapat, perilaku eksentrik Elagalabus cenderung dibesar-besarkan oleh musuh politiknya sebagai upaya untuk mendiskreditkan dirinya.