4. Tutankhamen
Penemuan makam Firaun Tutankhamen pada 1922 menjadi salah satu temuan yang paling terkenal di dunia. Tutankhamen memerintah selama 10 tahun pada abad ke-14 SM. Ia mewarisi takhta di usia sekira sembilan tahun dan memerintah di bawah arahan penasehat istana karena usianya dianggap masih terlalu muda. Masa jabatan Tutankhamen tidak terlalu dianggap dalam sejarah Mesir, tetapi ia membuat perubahan sosial cukup signifikan.
Momen paling penting selama jabatan Tutankhamen adalah reformasi kebijakan ayahnya yang dijuluki "raja sesat", Akhenaten. Ia mengubah aturan Akhenaten yang menetapkan Dewa Aten sebagai satu-satunya dewa. Tutankhamen mengembalikan aturan lama yang mengakui Dewa Amun serta mengembalikan ibu kota Mesir ke Thebes.
Tutankhamen (Foto: Gianni Dagli Orti/Corbis)
Firaun muda yang juga akrab disapa dengan sebutan 'Raja Tut' meninggal secara misterius pada usia 19 tahun. Kontribusinya yang paling penting bagi sejarah datang 3.200 tahun kemudian ketika peneliti Inggris, Howard Carter, menemukan tempat peristirahatan terakhirnya di Lembah Para Raja.
Penemuan tersebut menjadi salah satu pemakaman Mesir terbaik. Kondisi mayat Tutankhamen diawetkan dengan sistem yang amat sangat baik dan membantu membentuk pemahaman modern tentang kemampuan mengawetkan mayat kerajaan Mesir kuno.