5. Mary, Queen of Scots (Skotlandia)
Mary memimpin Skotlandia sebelum usianya 18 tahun. Ia menjadi ratu Skotlandia pasca-ayahnya meninggal hanya enam hari setelah kelahirannya pada 1542. Kenaikan Mary bayi sebagai ratu sangat berpengaruh dalam hubungan Skotlandia dengan dunia internasional. Imbasnya, raja Inggris kala itu, Henry VIII, mengatur mengatur pernikahan politik antara putranya, Pangeran Edward dengan Mary.
Tekanan politik yang terjadi antardua negara menyebabkan Parlemen Kerajaan Skotlaindia menolak rencana tersebut. Mary dilindungi di beberapa istana ketika Raja Henry VIII menyerang dan memaksakan pernikahan. Peristiwa ini dikenal dengan "Bujukan Kasar".
Mary, Queen of Scots (Foto: History)
Guna menjaga keselamatan Mary dari kejaran Inggris, pada 1548 ratu berusia lima tahun tersebut diboyong ke Prancis. Pada usia 16 tahun, Mary menikah dengan Francis II dan kemudian menjadi ratu Prancis setelah suaminya naik takhta. Pasca-kematian Francis, pada 1561 Mary kembali ke Skotlandia dan melanjutkan tugasnya sebagai seorang ratu.
Mary menikah dua kali sebagai seorang gadis dewasa. Tapi pada 1567 sebuah pemberontakan memaksa Mary turun takhta dan melarikan diri ke Inggris. Mary mendekam di penjara hampir selama 19 tahun sebelum akhirnya dieksekusi akibat perannya yang tak diketahui, dalam komplotan yang berupaya menggulingkan Ratu Elizabeth I.