Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sungai Celeng di Bantul Butuh Perlakuan Khusus

Agregasi Harian Jogja , Jurnalis-Kamis, 12 Januari 2017 |10:07 WIB
Sungai Celeng di Bantul Butuh Perlakuan Khusus
Ilustrasi
A
A
A

Bahkan di tahun 2016 lalu, ia mengklaim telah melakukan talutisasi di tebing Sungai Celeng sepanjang lebih dari 300 meter. Talutisasi yang menelan anggaran lebih dari Rp800 juta itu dilakukannya di dua desa, yakni masing-masing Desa Karangtengah dan Desa Girirejo Kecamatan Imogiri. “Untuk yang 2017 ini, kami lebih fokus pada gali sedimen di saluran irigasi. Sepertinya, tidak ada yang untuk sungai,” katanya.

Terpisah, Sumadi, salah satu warga Dusun Paduresan Desa Imogiri mengakui, kawasan sekitar Sungai Celeng memang menjadi langganan banjir setiap hujan deras mengguyur kawasan perbukitan. Itulah sebabnya, saat ditanya mengenai luapan Sungai Celeng, Selasa (11/1) lalu, ia menganggapnya masih sebatas wajar. “Itu sih masih normal, Mas. Beberapa tahun lalu, bahkan pernah lebih besar dari itu,” katanya.

Anehnya, ia mengatakan, dari sepanjang daerah bantaran Sungai Celeng, titik kawasan yang rentan meluap hanyalah di Dusun Paduresan saja. Padahal, sungai itu mengalir sejak dari Dusun Pucung DesaWukirsari hingga berakhir pada Sungai Oya di Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong. “Entah kenapa, yang banjir kok selalu di sini,” keluhnya.

(Ranto Rajagukguk)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement