Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KISAH: Bodyguard Abraham Lincoln yang Absen Saat Sang Presiden Dibunuh

Rifa Nadia Nurfuadah , Jurnalis-Senin, 13 Februari 2017 |08:04 WIB
KISAH: <i>Bodyguard</i> Abraham Lincoln yang Absen Saat Sang Presiden Dibunuh
Ward Hill Lamon, sahabat dan pengawal pribadi Presiden Abraham Lincoln. (Foto: Vintage News)
A
A
A

Lamon bekerja di belakang layar untuk meningkatkan jumlah pendukung Lincoln demi memenangi pemilu tahun itu. Setelah pemilu, Lamon berharap ia dapat ditunjuk sebagai duta besar untuk Prancis. Lamon mempersiapkan diri amat serius, bahkan hingga bersiap mengundurkan diri dari pekerjaannya. Namun Lincoln punya rencana lain untuk Lamon. Lincoln ingin Lamon ikut bepergian dengannya ke Washington dan melindunginya dari segala marabahaya. Secara tidak resmi, Lamon pun menjadi pengawal pribadi Lincoln.

Lincoln, yang bersiap menjalani prosesi inagurasi dirinya sebagai presiden, bertolak ke Washington menggunakan kereta. Mekanisme pengamanan umum untuk sang presiden terpilih menjadi tanggung jawab Allan Pinkerton dan para penyidiknya. Lamon, masih dengan pistol dan pisaunya, bepergian dengan Lincoln juga dan bertekad melindungi sang presiden saat muncul masalah.

Pada perjalanan malam hari tersebut, Pinkerton menemukan rencana pembunuhan Lincoln ketika ia tiba di Baltimore. Pinkerton menyarankan agar Lincoln memasuki Washington secara diam-diam.

Hanya satu orang yang menemani Lincoln, yaitu Lamon. Ia menawarkan senjata kepada presiden yang juga sahabatnya itu. Namun Lincoln menolak dan meyakinkan Lamon bahwa tak ada yang ditakutinya. Kedua sahabat ini memasuki Washington di tengah kegelapan malam. Lincoln pun berhasil tiba di Washington dengan selamat untuk dikukuhkan sebagai presiden pada 4 Maret.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement