Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KISAH: Bukan Arkeolog, Remaja 11 Tahun adalah 'Penemu' Sesungguhnya Situs Machu Pichu

Emirald Julio , Jurnalis-Senin, 20 Maret 2017 |08:11 WIB
KISAH: Bukan Arkeolog, Remaja 11 Tahun adalah 'Penemu' Sesungguhnya Situs Machu Pichu
Situs Arkeologi Machu Picchu di Peru. (Foto: Wikipedia)
A
A
A

Dengan modal nekat serta tanpa pengalaman sebagai arkeolog, Bingham mengadakan ekspedisi Yale-Peruvian pada 1911 dengan tujuan menemukan ibu kota Inca yang telah hilang, Vitcos. Ia berkonsultasi pada sejarawan asal Lima, Carlos Romero. Kemudian, Bingham memulai ekspedisi tersebut.

Di sepanjang sungai Urubamba yang menjadi jalur ekspedisinya, Bingham berusaha mengumpulkan berbagai informasi dari warga setempat. Sayangnya ia tetap tidak menemukan tanda-tanda Vitcos. Akhirnya Bingham menemukan titik terang setelah membangun kamp di Mandor Pampa.

Di sana ia bertemu dengan seorang petani dan pemilik penginapan, Melchor Arteaga. Setelah bertanya mengenai informasi terkait suku Inca, Arteaga mengajak Bingham menuju gunung Huayna Picchu.

 Hiram Bingham III. (Foto: Vintage News)

Di puncak gunung, Bingham dan Arteaga bertemu dengan sepasang suami-istri dan anak mereka, Pablito, yang bertani di tanah Machu Pichu. Remaja 11 tahun tersebut lalu menjadi pemandu Bingham di situs Machu Picchu. Pablito sendiri sudah mengetahui keberadaan situs Machu Picchu, demikian juga penduduk lokal.

Saat Bingham tiba di Machu Picchu, situs tersebut tertutup berbagai tanaman sehingga ia tidak dapat mengungkap sepenuhnya situs tersebut. Setelah mendokumentasikannya, Bingham meninggalkan Machu Picchu karena situs itu bukanlah kota Vitcos yang selama ini dicarinya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement