Ekspedisinya dilanjutkan menuju Urubamba dan ke atas Sungai Vilcabamba sembari meneliti semua puing-puing yang ia temukan di sepanjang perjalanannya. Dibantu oleh warga setempat, Bingham akhirnya berhasil menemukan dan mengidentifikasi Kota Vitcos yang warga setempat sebut Rosaspata.
Bingham juga menemukan situs bersejarah besar lainnya ketika terus melanjutkan perjalanannya. Namun, tanpa penyelidikan lebih lanjut, Bingham menamakan situs itu Eromboni Pampa.
Setelah penyelidikan lebih lanjut pada 1964 di situs tersebut, seorang penjelajah asal AS, Gene Savoy mengidentifikasi Eromboni Pampa sebagai Vilcabamba Viejo. Vilcambamba Viejo merupakan kota yang digunakan suku Inca ketika melarikan diri dari kejaran Spanyol usai meninggalkan Vitcos.
Sayangnya pada saat ekspedisi Bingham, ia menyangka Machu Picchu merupakan Vilcabamba Viejo. Ia tidak menyadari Vilcabamba Viejo dibangun kasar karena proses konstruksi yang terburu-buru sedangkan Machu Picchu dibangun dengan keahlian tingkat tinggi.
Barulah pada ekspedisi lanjutan pada 1912, Bingham bisa menyelidiki Machu Picchu lebih dalam. Selama empat bulan dengan bantuan warga setempat, Bingham dan timnya berusaha membersihkan situs bersejarah itu.
Selesai membersihkan, Bingham memulai penggalian yang terus berlanjut hingga 1915. Bingham dan timnya baru menyadari kemegahan serta pahatan batu yang baik dari Machu Picchu. Fokus utama Bingham pada saat itu adalah untuk menyelidiki sebenarnya apa itu Machu Picchu.
Setelah penyelidikan lebih lanjut barulah Bingham menyadari teorinya selama ini mengenai situs peninggalan suku Inca itu salah. Dari sana mulailah Machu Picchu mendunia.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.