Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

NEWS STORY: Sinrilik, Kesenian Syahdu Khas Sulsel di Ambang Kepunahan

Randy Wirayudha , Jurnalis-Sabtu, 25 Maret 2017 |16:15 WIB
NEWS STORY: Sinrilik, Kesenian Syahdu Khas Sulsel di Ambang Kepunahan
Rukantiana Krisnaningsih, pemimpin Sanggar Siradjuddin Gowa (Foto: Randy Wirayudha/OKEZONE)
A
A
A

Menurutnya, sulitnya Sinrilik diterima masyarakat luas, terutama di Makassar, karena memang kesenian yang satu ini tak gampang dipelajari. Kesenian prosa dan musik ini tidak berpedoman pada not-not musik pada umumnya.

“Seni Sinrilik tidak diiringi oleh nada atau not yang mengikat, sehingga pesan yang disampaikan itu menggunakan perasaan dari si Pasinrilik,” tandasnya.

Ya, dalam pementasan Sinrilik umumnya diisi 5 orang. Yakni Pasinrilik (penutur pesan dalam Sinrilik), pemain keso-keso, gong dan dua pemain puwi-puwi (sejenis gendang).

(Randy Wirayudha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement