Menurutnya, sulitnya Sinrilik diterima masyarakat luas, terutama di Makassar, karena memang kesenian yang satu ini tak gampang dipelajari. Kesenian prosa dan musik ini tidak berpedoman pada not-not musik pada umumnya.
“Seni Sinrilik tidak diiringi oleh nada atau not yang mengikat, sehingga pesan yang disampaikan itu menggunakan perasaan dari si Pasinrilik,” tandasnya.
Ya, dalam pementasan Sinrilik umumnya diisi 5 orang. Yakni Pasinrilik (penutur pesan dalam Sinrilik), pemain keso-keso, gong dan dua pemain puwi-puwi (sejenis gendang).
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.