Sambut Presiden Afghanistan, Jokowi Kembali Lakukan Veranda Talk

Dedy Afrianto, Okezone · Rabu 05 April 2017 15:48 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 05 18 1659573 sambut-presiden-afghanistan-jokowi-kembali-lakukan-veranda-talk-0sC18Ey5fH.jpg Veranda talk antara Presiden Joko Widodo dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, Rabu 4 April 2017. (Foto: Dedy A/Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini menerima kunjungan kenegaraan dari Presiden Republik Islam Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani. Kunjungan ini terbilang istimewa bagi Indonesia. Pasalnya, kunjungan ke Indonesia ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan oleh Presiden Afghanistan.

Pantauan Okezone, Rabu (5/4/2017), Presiden Afghanistan tiba di Istana Merdeka sekira pukul 14.55 WIB. Kunjungan kali ini pun disambut oleh upacara kenegaraan.

Setelah upacara kenegaraan, tampak Presiden Afganistan menyapa anak-anak berpakaian adat yang menyambut kehadirannya. Setelah itu, Jokowi pun melakukan veranda talk di beranda Istana Merdeka. Beranda ini berhadapan langsung dengan halaman Istana yang mengarah ke Istana Negara.

Veranda talk ini sendiri hal yang biasa dilakukan oleh Jokowi saat menyambut kepala negara. Hal ini juga dilakukan oleh Presiden Jokowi saat menerima kunjungan kepala negara lainnya beberapa waktu lalu.

Ditemani dua cangkir minuman, Jokowi tampak akrab berbincang dengan Presiden Afghanistan. Tampak percakapan dilakukan dengan cukup santai sembari diiringi angin sejuk yang berhembus di Istana Merdeka.

Seperti diketahui, Afghanistan adalah salah satu negara pertama yang mengakui kedaulatan RI. Kedua negara memiliki peran aktif menyukseskan Konferensi Asia Afrika tahun 1955.

Melansir keterangan tertulis dari Kementerian Luar Negeri, Indonesia memiliki kontribusi dalam proses rekonsiliasi perdamaian dan pembangunan di Afghanistan. Kontribusi ini dapat dilihat melalui pelatihan peningkatan kapasitas dalam kerangka kerjasama Selatan-Selatan.

Indonesia juga telah mengadakan 47 program peningkatan kapasitas yang diikuti 358 peserta dari Afghanistan. Program tersebut di antaranya adalah pemberian beasiswa, pembangunan Indonesia Islamic Center (IIC) di Kabul, Masjid As Salam di komplek IIC Kabul telah berdiri dan beroperasi sejak Agustus 2016. Komplek IIC akan terdiri dari masjid, poliklinik, perpustakaan, dan guest house. Selain itu, juga terdapat kerjasama bidang keagamaan antara NU (Nadhlatul Ulama) Indonesia dan Afghanistan.

Tak hanya itu, juga terdapat kerjasama penanggulangan terorisme dan kejahatan lintas negara terorganisasi (irregular movement of persons, people smuggling).

Afghanistan sendiri adalah tujuan ekspor terbesar Indonesia dan mitra dagang terbesar ke-Indonesia setelah Iran di kawasan Asia Tengah. Sementara itu, Indonesia adalah mitra dagang (impor) terbesar ke-14 bagi Afghanistan. Adapun total Perdagangan Bilateral tahun 2016 USD 16,25 juta (Indonesia surplus USD 16,19 juta)

Tercatat, jumlah WNI di Afghanistan per Maret 2016 adalah sebesar 27 orang. Adapun jumlah pengungsi dan pencari suaka WN Afghanistan di Indonesia masing adalah 3.056 dan 3.859 orang.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini