Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

NEWS STORY: Bung Karno dan Romantika Tukang Sate

Randy Wirayudha , Jurnalis-Sabtu, 29 April 2017 |10:19 WIB
NEWS STORY: Bung Karno dan Romantika Tukang Sate
Presiden pertama RI Ir Soekarno (Foto: Anefo)
A
A
A

Terlepas dari itu juga entah Bung Karno pesan sate itu saat hari masih terang atau sudah lepas waktu Maghrib. Ya kalau mau diingat-ingat lagi, Agustus 1945 masih termasuk Bulan Ramadan.

Bulannya umat Islam untuk diwajibkan berpuasa. Nah, kalau hari masih terang berarti Bung Karno sedang tidak berpuasa. Toh kalaupun tidak puasa, kemungkinan besar memang masih dalam kondisi tidak sehat karena sehari sebelumnya juga Bung Karno sedang sakit- kala membacakan teks proklamasi.

Setidaknya itu satu dari sekian “romantika” Bung Karno dengan tukang sate di “masa jayanya”. Tapi ada pula kisah tentang Bung Karno dengan tukang sate di masa suram. Masa prahara. Masa di mana detik-detik Bung Karno digulingkan pascaperistiwa Gerakan 30 September-1 Oktober 1965 (G30S).

Masa di mana Bung Karno mulai digencarkan sebagai salah satu orang yang terlibat. Masa di mana Bung Karno dinista dan dipermalukan pihak tentara di bawah kendali Soeharto. Masa di mana masyarakat dicekoki berbagai kabar dan berita yang buruk-buruk tentangnya.

“Dulu itu akhir tahun 1965 sampai 1966, 1967, surat kabar-surat kabar itu tidak pernah memberitakan yang bagus-bagus tentang Bung Karno. Itu kalau kamu lihat beberapa koleksi di Perpusnas, luar biasa jelek pemberitaan semua tentang Bung Karno,” ujar Roso Daras, penulis kisah-kisah humanis Bung Karno kepada Okezone beberapa waktu lalu.

Sampai-sampai kegemaran Bung Karno blusukan dan beli sate di sembarang tempat pun jadi perkara bagi orang lain. Seperti yang dikisahkan eks anggota Detasemen Kawal Presiden (DKP, kini Paspampres) Peltu Suwarto di buku ‘Dari Revolusi ’45 Sampai Kudeta ‘66'.

Satuan DKP ini jadi satu-satunya pengawal Soekarno pasca-Resimen Tjakrabirawa dilikuidasi sejak Maret 1966. DKP masih jadi satuan unit pengawal terdekat yang menjaga Bung Karno, setidaknya sampai Agustus 1967 di mana pengamanan Bung Karno dan keluarga diserahkan ke Satgas Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad).

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement