Ketika itu di kuartal akhir 1966 jelang laporan pertanggungjawaban Presiden Soekarno di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS), Bung Karno sampai harus ke Bogor, ke rumah salah satu istrinya, Hartini hanya untuk sarapan.
Dari kesaksian Peltu Suwarto diceritakan, pada suatu pagi terjadi perbincangan yang tidak elok antara seorang pelayan dengan Bung Karno yang minta dibikinkan roti bakar seperti biasanya. Sepertinya pelayannya sudah diganti dari yang sudah-sudah oleh pihak Pomad.
“Tidak ada roti!,” ketus pelayan.
“Kalau tidak ada roti, saya minta pisang saja,” balas Bung Karno.
“Itu pun tidak ada,” cetus pelayan lagi.
“Nasi dengan kecap saja saya mau,” tutur Bung Karno lagi yang kian lapar.
“Nasinya tidak ada!,” jawab pelayan dengan nada tidak sopan.
Alhasil, Bung Karno pun mesti menempuh perjalanan cukup jauh dari Jakarta ke Bogor, ke rumah Hartini hanya untuk makan pagi.
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.