''Strategi untuk menjalankan kebijakan itu, kita juga bekerjasama dengan instansi pemerintah dan organisasi masyarakat terkait untuk membantu dalam deteksi dini dan pemantauan,'' ujar Agolo.
''Kita juga mengadakan sosialisasi, tentang pengetahuan bahaya dan dampak gempa bumi kepada masyarakat. serta memberikan sosialisasi tentang pengetahuan kepada pelajar melalui kegiatan SAR go to school,'' sambung Agolo.
Upaya lainnya dalam budaya sadar bencana, sebut Agolo, tentunya adanya rencana kontinjensi, dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan saat terjadi bencana gempa bumi di Bengkulu.
Dimana peran dari masing-masing instansi atau lembaga berpotensi SAR, terang Agolo, tentunya sangat penting dalam penyusunan rencana kontinjensi ini. Sehingga, kata dia, agar perencaan operasi pencarian dan pertolongan kedepan dapat terlaksana dengan baik.
''Rencana kontinjensi ini akan diaktifkan setelah memasuki tahap tanggap darurat,'' sampai Agolo.