Direktur Operasi dan Latihan Basarnas, Brigadir Jenderal (Marinir) Ivan Ahmad Riski Titus mengatakan, dalam tanggap darurat bencana alam terkhusus gempa bumi di Bengkulu, mesti adanya keterlibatan semua lapisan.
Selain itu, terang dia, tentunya dalam kondisi ini juga mesti diimbangi dengan alat-alat dalam penanganan bencana. Serta personel di suatu privinsi. Minimal untuk Tim SAR satu provinsi itu sebanyak 100 orang.
''Penanganan bencana ini tidak bisa bekerja sendiri. Jadi, semuanya harus terlibat. Baik itu, TNI, Polri, SAR, BPBD serta intansi lainnya, sehingga upaya penanganan bencana bisa teratasi,'' pungkas Ivan.
(Salman Mardira)