Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KISAH: Matthew Hopkins sang Pemburu Penyihir Terkenal di Era Perang Sipil Inggris

Emirald Julio , Jurnalis-Selasa, 16 Mei 2017 |08:03 WIB
KISAH: Matthew Hopkins sang Pemburu Penyihir Terkenal di Era Perang Sipil Inggris
Ilustrasi Matthew Hopkins, sang pemburu penyihir (Foto: Istimewa)
A
A
A

Ia mengklaim, pernah mendengar perempuan yang mendiskusikan pertemuan mereka dengan iblis dan hal itu disinyalir memicunya menjadi pemburu penyihir. Pada awal karier sebagai pemburu penyihir, Hopkins disebut menangkap 23 perempuan yang dituduh penyihir dengan empat di antaranya yang meninggal di penjara sedangkan yang lain dijatuhi hukuman gantung.

Pada 1645, Hopkins pun resmi menjadi pemburu penyihir yang ditugaskan oleh Parlemen. Ditemani dengan para asistennya yang semuanya berjenis kelamin perempuan, Hopkins pindah dari satu tempat ke tempat lainnya untuk memeriksa semua perempuan demi mencari penyihir.

Dengan biaya 20 shilling per kota, Hopkins dipandang memanfaatkan perburuan penyihir sebagai aktivitas komersial. Tanpa pandang bulu, Hopkins menangkap para perempuan dan memulai proses interogasinya yang kejam.

Metode utama yang ia gunakan adalah memaksa para tersangka penyihir tak tidur selama berhari-hari agar mengaku. Bila tak mengaku juga, Hopkins dan asistennya akan menggunakan metode menusukkan jarum ke tubuh sang tersangka hingga memotong tangan mereka dan jika tidak berdarah maka perempuan itu dituduh sebagai penyihir.

Metode lainnya yang terbilang kejam adalah menenggelamkan sang tersangka yang terikat tangan kakinya di kursi. Jika tersangkanya tenggelam maka ia tak bersalah jika mengambang maka tersangka tersebut dituduh penyihir. Sepanjang kariernya dari 1644-1646, Hopkins dan asistennya bertanggung jawab atas kematian 300 perempuan yang dituding sebagai penyihir.

(Emirald Julio)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement