Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

NEWS STORY: Moeffreni & Perjalanan Putra Betawi dari Meja Redaksi hingga Patriot Revolusi

Randy Wirayudha , Jurnalis-Sabtu, 27 Mei 2017 |10:07 WIB
NEWS STORY: Moeffreni & Perjalanan Putra Betawi dari Meja Redaksi hingga Patriot Revolusi
Letnan Kolonel Moeffreni Moe'min (kiri), Komandan Resimen V Jakarta Raya/Cikampek & Kepala Staf-nya Soeroto Koento (Foto: Repro Buku Jakarta-Karawang-Bekasi dalam Gejolak Revolusi)
A
A
A

EPOS yang mengukir kisah tentang tokoh-tokoh Betawi di masa revolusi fisik 1945-1949 masih terbilang kalah banyak, ketimbang mereka yang berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur atau bahkan Sulawesi Utara. Bukan karena tak banyak yang angkat senjata, namun karena memang jarang tercetak barang selembar di buku-buku pelajaran sejarah di sekolah-sekolah.

Jangankan di buku-buku sejarah semua sekolah. Di buku-buku sejarah segala jenjang pendidikan di Jakarta sendiri saja, belum tentu ada nama-nama macam Abdurrahman Saleh, Entong Gendut, Imam Syafei, KH Noer Ali atau Moeffreni Moe’min.

Untuk nama pertama di atas mungkin bisa dibilang jadi “anak Betawi” pejuang yang paling dikenal. Selain jadi pahlawan TNI AU, perwira yang sering disapa “Karbol” itu juga diabadikan jadi pangkalan udara (lanud)/bandara di Malang, Jawa Timur.

Nah, nama terakhir di paragraf kedua itu yang semestinya turut dihafal di luar kepala oleh semua pemuda Betawi serta para pelajar di Jakarta. Anak Betawi mantan pemimpin redaksi (pemred) sebuah surat kabar, serta pejuang yang jabatannya setara Pangdam (Panglima Kodam) Jaya sekarang meski pangkatnya punya jenderal.

Ya, kalau di Divisi (kini Kodam III) Siliwangi pernah punya, Alexander Evert Kawilarang, Panglima yang pangkatnya hanya kolonel, di Jakarta Raya juga ada panglima yang pangkatnya sekadar letnan kolonel (letkol). Ya Letkol Moeffreni Moe’min itu.

Putra Betawi kelahiran Banten

Moeffreni lahir dari pada 12 Februari 1921 di Pandeglang, Banten dari keluarga yang lumayan berkecukupan, di mana ayahnya seorang eks residen Jakarta yang merupakan tokoh Betawi tulen bernama Mohammad Moe’min.

Tidak banyak literatur yang memaparkan tentang masa kecil Moeffreni. Yang pasti, “sekolah Belanda” di berbagai tingkat pernah dijalaninya lantaran Moeffreni di masa perjuangan dikenal sebagai perwira menengah yang tak kalah cakap berbahasa Inggris dan Belanda sebagaimana para jenderal republik lainnya.

Sebagaimana yang termaktub di buku ‘Jakarta-Karawang-Bekasi dalam Gejolak Revolusi: Perjuangan Moeffreni Moe’min’, pemuda yang berpostur cukup tinggi itu sudah menjajal karier sebagai wartawan di masa muda usia 17 tahunan.

Tercatat, Moeffreni pernah jadi hoofd redacteur atau pemimpin redaksi (pemred) Majalah Pandu Jakarta terbitan Kepanduan Bangsa Indonesia. Dari organisasi semacam “Pramuka” itu pula Moeffreni bersentuhan dengan kemiliteran.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement