JAKARTA - Terjadi gempa susulan di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Namun, hal itu diharapkan tidak membuat warga di sana takut. Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono mengatakan, gempa susulan tidak perlu dikhawatirkan sebab peristiwa tersebut wajar terjadi.
"Gempa susulan fenomena wajar. Warga tidak perlu takut," ujarnya dalam keterangan pers, Kamis (1/6/2017).
Daryono menuturkan, hingga kini gempa susulan atau aftershock pasca-gempa pertama 6,6 skala Richter (SR) pada Senin 29 Mei 2017 masih terus terjadi. Berdasarkan data yang ia terima pada Rabu 31 Mei 2017 pukul 19.30 WIB, sebanyak 158 kali terjadi gempa susulan dengan magnitudo bervariasi.
"Gempa susulan dengan kekuatan signifikan dan menimbulkan guncangan cukup kuat tercatat terjadi sebanyak tiga kali dengan kekuatan M4,4 hingga M4,9. Tiga gempa susulan ini sempat membuat panik warga setempat," paparnya.
Meski begitu, Daryono mengaku masyarakat patut bersyukur sebab kekuatan gempa susulan semakin mengecil. Oleh karena itu, ia pun menyakini bahwa aftershock akan berakhir sekira 14 hari pasca-gempa bumi utama terjadi.
"Berdasarkan data magnitudo yang ada, tampak sangat kecil peluang untuk terjadi gempa susulan dengan kekuatan besar. Aktivitas gempa susulan merupakan fenomena wajar pasca-terjadinya gempa kuat," sambungnya.
Adapun Daryono menghimbau warga Poso untuk tetap tenang dan tidak terpancing dengan isu yang beredar mengenai gempa susulan. Sebab, menurut dia, hal itu wajar terjadi.
"Gempa susulan sebaiknya terjadi agar sisa-sisa tegangan yang masih tersimpan dalam batuan kerak bumi akan terlepaskan semua hingga habis, hingga gempa susulan berakhir," tutupnya.
(Hantoro)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.