DOHA – Pengumuman Arab Saudi untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar membuat warga Doha panik. Pada hari itu juga, warga mendadak keluar dari rumahnya. Semua berlari ke supermarket terdekat dan terbesar.
Antrean mengular panjang di hampir seluruh supermarket dan toko di Doha, beberapa jam setelah pengumuman. Di supermarket pada sebuah mal di pusat Kota Doha, misalnya, sekira 25 orang berbaris ke belakang di setiap jalur pembayaran yang tersedia. Bahan-bahan kebutuhan pokok memenuhi keranjang belanjaan mereka. Di antaranya, ayam, susu dan beras.
Seorang pembeli yang putus asa karena telat memborong kebutuhan pokok di supermarket, akhirnya hanya bisa mengambil sebanyak mungkin popok untuk anak laki-lakinya yang berusia 18 bulan. Ayah bernama Azir itu baru tahu kalau ada krisis setelah dihubungi keluarganya di Sri Lanka.
“Saya sedang tidur. Keluarga saya menelefon dan membangunkan saya dari Sri Lanka. Saya kemari karena krisis itu,” jelasnya, seperti disadur dari The Guardian, Selasa (6/6/2017).
Dengan pemutusan hubungan diplomatik antara Saudi dan Qatar, itu berarti segala kerjasama yang terjalin ikut terhenti. Qatar dan Saudi selama ini berbagi jalur perdagangan darat yang sama. Qatar juga mengimpor banyak barang dari negara Teluk Arab. Dari Saudi saja, misalnya, Qatar mendapat pasokan ayam. Itu baru yang didatangkan dari Saudi. Belum dari negara lain.