nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Qatar Menolak 13 Ultimatum Arab Saudi

Silviana Dharma, Jurnalis · Rabu 28 Juni 2017 21:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 06 28 18 1725554 qatar-menolak-13-ultimatum-arab-saudi-yo0w1cpTfY.jpg Menlu Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani. (Foto: Mohamed Farag/Anadolu Agency)

WASHINGTON – Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al Thani, menyatakan 13 ultimatum Arab Saudi kepada negaranya tidak dapat diterima. Ia menyebut salah satunya yakni tuntutan agar Qatar menghindari terorisme, adalah permintaan yang tidak berdasar dan tidak bisa ia terima.

“Tuntutan yang disampaikan negara-negara pemutus hubungan diplomatik dengan Qatar itu sama sekali tidak dilandaskan pada bukti. Itu bukan tuntutan namanya, (tetapi tuduhan),” ujarnya dalam konferensi pers di Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Washington, seperti disitat dari Middle East Monitor, Rabu (28/6/2017).

Al Thani menegaskan, yang namanya tuntutan itu seharusnya realistis dan dapat dilaksanakan. Akan tetapi, Saudi cs mengajukan hal yang sebaliknya sehingga tuntutan itu sama sekali tidak bisa dipenuhi.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa 13 ultimatum itu juga bertentangan dengan prinsip-prinsip yang mengatur hubungan internasional. Sebab dia menilai, sangat tidak diplomatis jika daftar tuntutan itu diberikan tanpa melalui jalur negosiasi.

Menlu Saudi, Adel al Jubeir, yang juga berada di Washington untuk membahas masalah ini dengan Menlu AS Rex Tillerson meyakinkan, tuntutan mereka kepada Qatar tidak bisa dinegosisasikan lagi. Itu sudah harga mati.

“Sekarang terserah kepada Qatar, mau mengakhiri dukungannya kepada ekstremisme dan terorisme atau tidak,” cuit al Jubeir di Twitter, seperti dilansir Inquirer.net.

Situasi di Teluk Arab tengah memanas setelah pada 5 Juni, Arab Saudi mengumumkan putus hubungan dengan Qatar. Langkah yang turut diikuti oleh Uni Emirat Arab, Mesir, Bahrain, Yaman, Libya, hingga Maladewa.

Setelah cukup lama saling serang lewat wacana, Saudi kembali dengan gebrakan baru. Riyadh mengirim 13 ultimatum ke Doha pekan lalu. Isinya, meliputi desakan untuk Negara Emir itu memutuskan hubungan dengan Iran, mengusir tentara Turki dari Doha, hingga menutup media Al Jazeera. Saudi memberikan waktu 10 hari sejak surat itu diterima, untuk Qatar menyetujuinya.

Amerika Serikat pun menawarkan diri untuk memediasi ketegangan diplomatik tersebut. Tillerson sendiri telah berkali-kali mengupayakan pertemuan kedua belah pihak yang berseteru. Demikian juga berdiskusi dengan dua mediator lain, yakni Kuwait dan PBB.

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini