Share

Lantik Pemimpin Eksekutif Hong Kong, Presiden China Beri Peringatan Keras

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Sabtu 01 Juli 2017 10:17 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 01 18 1726374 lantik-pemimpin-eksekutif-hong-kong-presiden-china-beri-peringatan-keras-B66tozTH5l.jpg Presiden China Xi Jinping (kanan) melantik Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam (Foto: Bobby Yip/Reuters)

HONG KONG – Seperti yang sudah dijadwalkan, Presiden China Xi Jinping melantik Pemimpin Eksekutif Hong Kong terpilih, Carrie Lam. Dalam pidatonya, Sekretaris Jenderal Partai Komunis (PKC) itu mengingatkan bahwa Beijing tidak akan menoleransi segala bentuk tantangan terhadap wewenang negara.

“Segala upaya untuk membahayakan kedaulatan dan keamanan China, menantang kekuatan pemerintah pusat dan wewenang Hukum Dasar HKSAR atau menggunakan Hong Kong untuk melakukan kegiatan infiltrasi dan sabotase terhadap China daratan, adalah tindakan kelewat batas dan sangat tidak dikehendaki,” ucap Xi Jinping, mengutip dari Reuters, Sabtu (1/7/2017).

Sesuai konstitusi mini Hong Kong, Hukum Dasar, pusat finansial tersebut diberikan jaminan kebebasan selama setidaknya 50 tahun sejak diserahkan kembali ke China pada 1997. HKSAR adalah singkatan dari Hong Kong Special Administrative Region atau Wilayah Administrasi Khusus Hong Kong yang merupakan dasar dari formula ‘satu sistem dua negara’.

Kata-kata Presiden China Xi Jinping tersebut adalah yang terkuat yang pernah dilontarkan pria berusia 64 tahun itu terkait gerakan aktivis pro-kemerdekaan di Hong Kong. Salah satu hal yang paling dikhawatirkan para aktivis adalah ketidakpastian nasib Hong Kong setelah 50 tahun berlalu, serta campur tangan Negeri Tirai Bambu yang mulai menguat.

Sempat terjadi kekisruhan kecil di luar gedung tempat pelantikan Carrie Lam. Aktivis pro-kemerdekaan Hong Kong dan kelompok pro-China saling melontarkan kata-kata hingga harus dipisahkan oleh polisi. Sejumlah aktivis pro-kemerdekaan diamankan, sementara kelompok pro-China tidak.

Carrie Lam memperoleh 777 suara dari 1.200 anggota komite elektoral pada Minggu 26 Maret 2017. Namun, sebagian besar warga Hong Kong meyakini, terpilihnya Carrie adalah campur tangan dari China karena mayoritas anggota komite elektoral diketahui sangat pro-Beijing dan pro-kemapanan.

Anggapan tersebut tampak menjadi kenyataan ketika Carrie Lam memilih berbicara dalam bahasa Mandarin daripada dialek Canton yang biasa digunakan di Hong Kong dalam pidatonya. Meski demikian, perempuan berkacamata itu ingin menciptakan harmoni di tengah masyarakat Hong Kong.

Penolakan Beijing untuk memberikan hak pilih universal kepada Hong Kong memicu unjuk rasa selama hampir tiga bulan pada 2014. Sepanjang unjuk rasa, tuntutan untuk memerdekakan diri dari China semakin tumbuh, yang disuarakan oleh aktivis sekaligus pelajar bernama Joshua Wong.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini