"Kami hanya melihat dari transaksinya nanti kebenaran itu akan diverifikasi kembali oleh penyidik apakah proses transaksinya itu barangnya masih ada dan sebagainya itu nanti lebih clearnya setelah penyelidikannya tuntas," terang Kiagus.
Selain temuan sisa aset Rp7 miliar, PPATK sebelumnya juga menemukan aliran dana untuk membeli saham sebuah restoran di London, Inggris sebesar 40%. Selanjutnya, PPATK masih menelusuri ada atau tidaknya sisa dana dari pembelian saham restoran tersebut.
(Baca juga: Bergelimang Harta, Bos First Travel Diduga Alami Delusi)
Sebelumnya diketahui, dari 72.682 orang pendaftar, First Travel baru memberangkatkan 14.000 orang, menyisakan sebanyak 58.682 calon jamaah yang masih terkatung-katung. PPATK sebelumnya juga telah meminta Polri membekukan rekening First Travel. Namun dari dua rekening perusahaan tersebut, saldonya hanya berkisar Rp1,3 juta hingga Rp1,5 juta.
(Ulung Tranggana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.