WASHINGTON - Hanya dalam hitungan jam, warga negara Amerika Serikat (AS) akan segera memperingati salah satu tragedi besar yang mengguncang dunia. Serangan tersebut tak lain adalah serangan yang terjadi di gedung menara kembar World Trade Center (WTC), Pentagon dan area di Pennsylvania pada 11 September 2001.
Hari peringatan tragedi paling mematikan di tanah Negeri Paman Sam itu akan berlangsung di saat sebagian warga tengah berperang melawan terjangan 2 badai dahsyat. Sebagaimana diketahui, sebagian wilayah AS tengah dilanda 2 badai mengerikan yakni Badai Harvey dan Badai Irma.
Kini setelah 16 tahun berlalu, diperkirakan ribuan warga AS akan berkumpul untuk menghadiri jalannya upacara peringatan. Upacara yang memang digelar setiap tahun telah menjadi tradisi di sana. Meski rutin digelar, upacara selalu berlangsung dengan khidmat. Upacara akan diisi dengan pembacaan nama-nama korban dan kemudian disusul dengan suara lonceng yang berdentang. Lalu, dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga.
Tentunya, peringatan ini tak akan dilewatkan oleh para keluarga korban yang tentunya ingin selalu mengenang anggota keluarga mereka yang telah tiada. Dan tak jarang dari mereka akan memberi pesan khusus ataupunmengucapkan terima kasih.
"Terima kasih New York, karena terus dan selalu memberi penghormatan kepada korban 9/11 dan mereka mendapat hak istimewa untuk dibacakan namanya," ungkap salah satu keluarga korban, Judy Bram Murphy yang kehilangan suaminya, Brian Joseph Murphy,pada peringatan tahun lalu.