Image

Ini Daerah Rawan Terkena Lahar Gunung Agung

Nurul Hikmah, Jurnalis · Kamis, 14 September 2017 - 23:22 WIB
Ilustrasi Gunung Agung (Foto: Ist) Ilustrasi Gunung Agung (Foto: Ist)
 

DENPASAR - Kondisi Gunung Agung yang baru saja statusnya ditingkatkan dari normal menjadi waspada beberapa daerah akan terdampak dari aktifitas gunung yang tengah aktif tersebut.

Bila melihat sejarah aktivitas erupsi Gunung Agung dicirikan oleh erupsi-erupsi yang bersifat eksplosif dan efusif dengan pusat aktifitas yang terletak di dalam Kawah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bali, Made Indra mengatakan, bila dilihat pada sejarah erupsi potensi ancaman berupa bahaya berupa jatuhan piroklastik, aliran piroklastik, dan aliran lava. Maka daerah yang berpotensi terancam jatuhan piroklastik dapat tersebar di sekeliling Gunung Agung tergantung pada arah angin.

Sedangkan ancaman bahaya secara langsung berada di daerah utara gunung, seperti di daerah aliran sungai Tukad Tulamben, Tukad Daya, Tukad Celagi yang berhulu di area bukaan kawah, Sungai Tukad Bumbung di Tenggara, Pati, Tukad Panglan, dan Tukad Jabah di Selatan Gunung Agung berpotensi terhadap bahaya aliran piroklastik dan lahar.

"Sejarahnya sesuai data Badan Geologi bahwa Gunung Agung terakhir meletus pada 12 Maret 1963 yang berskala VEI 5, dengan tinggi kolom erupsi setinggi 8-10 kilometer di atas puncak Gunung Agung,"katanya di Denpasar, Kamis (14/9/2017).

Pihaknya mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak terpancing pada hal-hal yang menyesatkan.

Dikabarkan sebelumnya bahwa berdasarkan data PVMBG Badan Geologi menaikkan status Gunung Agung dari Level (Normal) ke Level II (Waspada) terhitung hari ini sejak pukul 14.00 Wita.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming