Tidak sendiri, Anthoni selalu dibantu oleh beberapa anak buahnya. Dimana peran mereka ikut membantu mencari warga yang tergiur masuk PNS atau honorer.
"Kita masih memburu tiga orang yang disebut tersangka membantu aksinya. Kita sudah menyita 5 kwitansi hasil menyetoran uang para korbannya,"tukasnya.
Fajri menerangkan, bahwa aksi penipuan yang dilakukan komplotan ini sudah berlangsung sejak tahun 2015. Tidak satupun orang yang diurusnya sampai saat ini bekerja sebagai honorer maupun PNS.
Sementara itu Anthoni mengaku, selama menjalankan bisnis 'haramnya' dia sering bolos dinas. Waktunya dihabiskan untuk mencari 'mangsa'.
"Saya sering tidak masuk kerja. Saya cari sampingan untuk meyakinkan siapa saja yang ingin jadi pegawai Pemprov Riau. Saya dibantu oleh teman saya, mereka akan saya fee jika menemukan orang yang ingin menjadi honorer maupun CPNS," ucapnya.
(Salman Mardira)