nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Bongkar Sindikat Pengedar Sabu di Bandung, Barang Bukti Disita Senilai Rp4 Miliar

CDB Yudistira, Jurnalis · Sabtu 16 September 2017 03:58 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 16 525 1777081 polisi-bongkar-sindikat-pengedar-sabu-di-bandung-barang-bukti-disita-senilai-rp4-miliar-a2B9I1m0Tj.jpg Polda Jabar merilis hasil penangkapan sabu (CDB/Okezone)

BANDUNG - Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Barat membongkar jaringan pengedar narkotika jenis sabu-sabu yang merupakan kelompok Aceh. Mereka memasarkan narkoba di Kota Bandung, Jawa Barat. Modus operandinya pun terungkap.

Polisi menangkap tujuh orang berinisial AL (48), BEN (32), MH (40), TK (40), IR (33), HS (43) dan HK (44).

Kapolda Jabar, Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan, pengungkapan jaringan ini berawal dari tertangkapnya empat pelaku yang diantaranya IR, TK, HK dan HS‎, oleh Subdit II Ditresnarkoba Polda Jabar, pada Selasa 12 September 2017 di Jalan Jamaras Timur, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung.

Kemudian tim pun melakukan pengembangan pada Rabu 13 September 2017 terhadap pelaku MH, BEN, dan AL, dan polisi pun dapatkan 4 kilogram sabu. "Jaringan ini mendapatkan sabu dari DY (DPO) warga Aceh, untuk menjual di wilayah Bandung," terang Agung di Aula Riung Mumpulung Polda Jabar, Jumat (15/9/2017).

Agung mengatakan, pengiriman narkotika untuk mengelabui petugas, sabu dibawa melalui jalur darat dengan melapisi dalam kemasan teh. "Setiap 1 ons sabu di jual Rp75 juta, dan hasil penjualan satu orang setiap ons mendapatkan fee Rp10 juta," jelas Agung.

"Satu gramnya mereka jual Rp1,2 juta. Total barang yang diamankan ‎senilai Rp4,920 miliar," imbuh Agung.

Dalam setiap penjualannya, lanjut Agung, para calon pembelinya, menghubungi para pelaku dengan cara menelefon, kemudian narkotika pesanan calon pembeli di taruh disuatu tempat yang telah di setujui antara calon pembeli dan juga pengedar.

"Berdasarkan pengakuan 1 hingga 2 tahun, tapi saya yakin lebih dari itu," ucap Agung.

Barang bukti lainnya yang berhasil diamankan yakni satu timbangan digital, 18 ponsel, 5 buku rekening, satu ATM, dan seperangkat alat dan bahan untuk pembuatan extacy.

"Bahan dan alat sabu diamankan dari pelaku berinisial AL yang pernah memproduksi extacy beberapa waktu lalu. Dan sudah tidak di produksi kembali," jelasnya.

Ketujuh pelaku saat ini masih dimintai keterangan untuk pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut. Polisi terapkan pasal UU RI No 35 tahun 2017 tentang narkotika, pasal 114 (2), pasal 111 (1), pasal 112(2) dan pasal 132 (2) dengan ancaman pidana paling berat pidana mati.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini