Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Heboh! Pernikahan Sesama Jenis Terjadi di Bulukumba, Begini Ceritanya

Zulfikarnain , Jurnalis-Kamis, 28 September 2017 |12:32 WIB
Heboh! Pernikahan Sesama Jenis Terjadi di Bulukumba, Begini Ceritanya
Foto pernikahan Rahmad Yani dan Safira Nurul di Bulukumba (foto Facebook)
A
A
A

MAKASSAR – Pernikahan sesama jenis kembali terjadi di Tanah Air. Warga di Dusun Erelebu, Kelurahan Ekatiro, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan dihebohkan dengan sebuah

pernikahan yang belakangan diketahui pasangan mampelainya sama-sama berkelamin perempuan.

Pernikahan antara Rahmat Yani alias Rahmayani (28) dengan kekasihnya Safira Nurul Husna (20) terjadi pada Minggu 17 September 2017. Rahmat rela menjual sepeda motornya dan memberikan mahar sebidang tanah untuk menikahi Safira.

Awalnya tak ada yang tahu kalau pasangan itu berkelamin sama, sehingga kedua mempelai mengadakan pesta pernikahan meriah dengan mengundang para kerabat.

Sepekan usai pernikahan berlangsung, baru terungkap kalau Rahmat Yani ternyata juga perempuan. "Mampelai laki-laki diketahui perempuan setelah diinterogasi sama Polsek Bontotiro," ujar Camat Bontotiro, Andi Ansar saat dikonfirmasi Okezone, Kamis (28/9/2017).

Ceritanya bermula dari penghulu yang curiga dengan Rahmat Yani karena tak kunjung melangkapi administrasi pernikahannya di KUA setempat. Saat itu kata Ansar, pihak KUA menagih surat pengantar dari kantor desa sebelum menikahkan pasangan Rahmad dengan Safira.

Karena tak kunjung melengkapi datanya, penghulu pun enggan menikahkan kedua mempelai tersebut. Sehingga ijab kabul dilakukan orangtua Safira.

"Pak penghulu tidak mau menikahkan, karena tidak melengkapi surat pengantar dari kantor desa. Nah, dari situ orang sudah curiga, kerabat dari (mampelai) perempuan coba mengecek ke kampung asal Rahmat di kampungnya, kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba dan diketahui jika identitas Rahmat berjenis kelamin perempuan," ujar Ansar.

Setelah diketahui perempuan, warga pun mendesak Rahmat agar mengakui yang sebenarnya. Warga juga membawa Rahmat ke Polsek Bontotiro. Di hadapan polisi, Rahmat akhirnya mengaku dirinya perempuan. Maka pada Rabu 28 September lalu terungkaplah jika pernikahan itu terjadi sesama jenis.

Usai terbongkar pernikahan sejenis, Camat mengaku belum mengetahui keberadaan Rahmat. Sementara Safira sudah kembali ke orangtuanya.

"Saya belum tau di mana dia sekarang, terakhir saya tahu saat diperiksa polisi," pungkasnya.

(Salman Mardira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement