nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sebabkan Karyawati Bunuh Diri, Perusahaan Jepang Didenda Rp60 Juta

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Sabtu 07 Oktober 2017 03:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 07 18 1790589 sebabkan-karyawati-bunuh-diri-perusahaan-jepang-didenda-rp60-juta-USGPhlMtrL.jpg Karyawati Dentsu, Matsuri Takahashi, bunuh diri setelah bekerja lembur selama 105 jam sebulan (Foto: Mainichi)

TOKYO – Bunuh diri di kalangan tenaga kerja Jepang kembali menjadi sorotan setelah seorang jurnalis NHK mengakhiri hidupnya karena bekerja selama 159 jam dalam satu bulan. Kasus bunuh diri sebelumnya juga terjadi pada Matsuri Takahashi, seorang karyawati perusahaan periklanan Dentsu.

BACA JUGA: Lembur 105 Jam, Karyawati Cantik Bunuh Diri 

Gadis berusia 24 tahun itu mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari jendela asrama pada 25 Desember 2015. Matsuri sebelumnya diketahui lembur hingga 105 jam sepanjang Oktober 2015. Dentsu lantas dijatuhi denda 500 ribu yen (setara Rp60 juta) oleh pengadilan karena memaksa karyawannya bekerja lembur.

Pengadilan memvonis Dentsu bersalah karena memaksa Matsuri Takahashi dan tiga orang karyawan lainnya bekerja lebih dari 19 jam di atas jam kerja yang disepakati oleh serikat tenaga kerja. Pihak perusahaan mengaku menerima hukuman tersebut dengan lapang dada.

BACA JUGA: Bos Mundur Pasca-karyawati Cantik Bunuh Diri 

“Kami menyikapi putusan ini dengan serius dan mengucapkan permohonan maaf sebesar-besarnya bagi para pemangku kepentingan dan masyarakat umum atas keprihatinan yang kami sebabkan,” bunyi pernyataan resmi Dentsu, mengutip dari Telegraph, Sabtu (7/10/2017).

Sebagai hukuman tambahan, gaji CEO Dentsu, Toshihiro Yamamoto, akan dipotong 20% per bulan selama satu semester ke depan. Ibu Matsuri, Yukimi Takahashi, menyambut baik putusan tersebut dan berharap adanya perubahan regulasi.

“Kami berharap ada perubahan legislasi sehingga hukuman lebih berat dapat dijatuhkan ketika seorang pekerja meninggal dunia,” ucap Yukimi. Ia merujuk pada fakta bahwa tidak banyak perusahaan yang dijatuhi denda karena keterbatasan dalam undang-undang Jepang.

BACA JUGA: Sistem Kerja Tak Manusiawi, Ini Kisah 2 Pegawai Cantik di Jepang yang Meninggal karena Lembur

Ada satu istilah mengerikan yang berlaku di Negeri Matahari Terbit yakni ‘karoshi’. Kata tersebut mengandung arti ‘meninggal karena lembur’. Sistem kerja yang dianggap tidak manusiawi kembali menghangat setelah meninggalnya Miwa Sado akibat serangan jantung karena bekerja lembur selama 159 jam.

Perempuan berusia 31 tahun itu ditemukan meninggal dunia sambil menggenggam telefon seluler (ponsel) di dalam ruang pribadinya. Miwa Sado diketahui hanya mengambil libur dua hari dalam sebulan di mana dirinya bekerja lembur selama 159 jam tersebut.

BACA JUGA: Ya Ampun! Penyiar Wanita Jepang Meninggal Dunia Setelah Lembur 159 Jam 

Budaya ‘karoshi’ tersebut menyebabkan sedikitnya 191 kasus kematian sepanjang Oktober 2016 – September 2017. Pemerintah Jepang lantas merilis daftar hitam terhadap 334 perusahaan, termasuk Dentsu, yang dianggap melanggar undang-undang ketenagakerjaan pada Mei lalu. Pemerintah berjanji untuk mereformasi undang-undang sekaligus membatasi waktu lembur.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini