Image

Kemendagri Diserang, Polisi: Aksi Mereka Spontan karena Sudah Jenuh!

Muhamad Rizky, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 14:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 13 337 1794734 kemendagri-diserang-polisi-aksi-mereka-spontan-karena-sudah-jenuh-T4y5TMRw0I.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo (foto: Rizki/Okezone)

JAKARTA - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, aksi penyerangan kantor Kemendagri yang dilakukan sekelompok massa dinilai sebagai aksi spontanitas.

"Untuk sementara murni, setelah dilakukan pemeriksaan adalah spontan yang mereka melakukan kegiatan itu," kata Argo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat, (13/10/2017).

 (Baca: Pendukung Calon Bupati Tolikara Acak-Acak Kemendagri, DPR: Polisi Harus Menindak Tegas)

Saat ini, pihak kepolisian telah memeriksa beberapa para saksi dan menetapkan 11 orang tersangka dalam pengerusakan yang terjadi pada Rabu 11 Oktober 2017.

Argo menuturkan, pengerusakan yang terjadi memang tidak direncanakan sebelumnya oleh barisan pendukung yang mengatasnamakan Barisan Merah Putih Tolikara.

"Jadi spontan sama-sama itu ya, karena sudah terlalu lama menunggu sudah merasa jenuh, jadi dia mungkin kemarin puncaknya kejenuhan dan dilampiaskan seperti itu," ungkapnya.

 (Baca: Pendukung Calon Bupati Tolikara Mengamuk, DPR: Yang Kalah Meredam Pendukungnya)

Alhasil usai kejadian tersebut beberapa fasilitas yang ada di Kemendagri pecah seperti pot, kaca kantor, bahkan ada kaca mobil juga turut rusak akibat insiden itu. Untuk itu para tersangka dikenakan Pasal 170, Pasal 160 dan Pasal 406 yaitu pengerusakan.

Para tersangka itu kini harus ditahan selama 20 hari kedepan terhitung sejak 11 Oktober 2017.

"Tadi malam pukul 22.00 WIB, terhitung tanggal 12 Oktober kita lakukan penahanan untuk 20 hari kedepan," tutupnya.

Diketahui, sekelompok massa mengatasnamakan Barisan Merah Putih Tolikara telah menyerang Kemendagri karena menolak hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang tidak memenangkan Calon Bupati Tolikara John Tabo Barnabas Weya di Pilkada 2017.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini