Adik Remaja Jepang yang Diculik Korut Berharap Trump Mampu Pulangkan Kakaknya

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Rabu 01 November 2017 16:34 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 01 18 1806553 adik-remaja-jepang-yang-diculik-korut-berharap-trump-mampu-pulangkan-kakaknya-9PViPD4FI2.JPG Takuya Yokota menunjukkan foto kakaknya, Megumi Yokota, yang diculik Korut 40 tahun lalu (Foto: Kim Kyung-hoon/Reuters)

TOKYO – Masih terekam dalam benak Takuya Yokota bagaimana dirinya menggenggam erat sebuah senter dan berlari ke lautan bersama ibu dan saudara kembarnya. Mereka bertiga berupaya mencari kakaknya, Megumi Yokota, di dalam kegelapan sembari sesekali meneriakkan namanya.

Megumi yang saat itu berusia 13 tahun hilang saat dalam perjalanan pulang dari sekolah pada November 1977. Gadis remaja itu diduga diculik, berdasarkan gambar yang muncul puluhan tahun kemudian, oleh mata-mata Korea Utara (Korut) untuk dipekerjakan sebagai guru.

“Rumah kami ditenggelamkan ke dalam kegelapan tanpa dasar. Setiap hari setelah peristiwa itu sangat sunyi dan berat,” tutur Takuya Yokota, mengutip dari Reuters, Rabu (1/11/2017).

Nama Megumi Yokota kembali mencuri perhatian karena Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengangkat kasus penculikan tersebut untuk menyerang Korut. Trump menyebut nama gadis itu dalam pidatonya di hadapan Sidang Majelis Umum PBB pada September.

Presiden AS ke-45 itu diyakini akan kembali menyebut nama Megumi Yokota saat berkunjung ke Jepang pada akhir pekan mendatang. Trump bahkan berencana mengunjungi keluarga Megumi dan korban penculikan mata-mata Korut lainnya.

Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe sendiri pernah menyatakan bahwa penculikan tersebut adalah salah satu prestasi politik yang hendak dicapainya. Pria berusia 63 tahun itu tidak akan mau beristirahat sampai 13 orang yang diakui diculik oleh Korut dikembalikan serta mendapat informasi rinci mengenai korban penculikan lainnya.

Namun, progres terkait penculikan tersebut mengambang sejak 2002 ketika lima dari 13 orang yang diculik itu dipulangkan oleh Korut. Pyongyang saat itu mengatakan delapan orang sisanya, termasuk Megumi, sudah meninggal dunia.

Trump akan menjadi Presiden AS ketiga yang mengunjungi keluarga korban penculikan setelah George Walker Bush dan Barack Obama. Takuya berharap pertemuan dengan Trump akan membawa harapan baru. Dengan bantuan Shinzo Abe, ia yakin kembalinya Megumi akan menjadi kenyataan.

Menurut Profesor Jurnalistik dari New York University, Robert Boynton, mengangkat isu tersebut memang akan meningkatkan kesadaran. Akan tetapi, hal tersebut sia-sia saja karena Korut sengaja mengulur-ulur waktu agar orang-orang seperti Megumi meninggal dunia sehingga generasi berikutnya tidak tahu dan isu penculikan hilang ditelan waktu.

Takuya Yokota masih menyimpan harapan untuk bertemu kakaknya sekali lagi. Menurut pengakuan Takuya, Megumi saat itu sangat menyukai adik kembarnya.

“Saya memikirkan kakak saat bekerja, saya memikirkannya sebelum tidur. Ketika udara dingin dan salju turun, saya bertanya-tanya apakah kakak berada di tempat hangat atau tidak. Saya memikirkan ini setiap hari,” tutup Takuya.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini