Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Umar Patek: Air Mata Sang Pentolan Jamaah Islamiyah di Bawah Bendera Merah Putih

Yudhistira Dwi Putra , Jurnalis-Rabu, 01 November 2017 |08:00 WIB
Kisah Umar Patek: Air Mata Sang Pentolan Jamaah Islamiyah di Bawah Bendera Merah Putih
Umar Patek usai menjadi pasukan pengibar bendera (FOTO: Okezone)
A
A
A

"Umar Patek terlihat gembira lantaran mengenakan pakaian adat Madura dan selalu meneteskan air mata saat memberikan aba-aba siap," imbuh Riyanto.

Umar Patek memang banyak berubah. Kehidupan di penjara menghidupkan kembali semangat nasionalismenya. Umar bahkan beberapa kali terlibat dalam agenda deradikalisasi atau sejumlah misi kontra terorisme di bawah komando pemerintah Indonesia.

Sebut saja ketika dirinya maju sebagai negosiator dalam upaya pembebasan sejumlah warga negara Indonesia yang disandera oleh kelompok teroris, Abu Sayyaf di Filipina. Kala itu, Umar sendiri yang menawarkan bantuan tanpa imbalan kepada pemerintah untuk berbicara langsung kepada Al Habsy Misaya dan Jim Dragon, dua pemimpin kelompok Abu Sayyaf yang ia kenal baik.

"Tak ada syarat apa pun. Dari mulutku tak pernah keluar meminta imbalan pengurangan masa tahanan separuh atau 10 tahun," katanya di Malang.

Umar Patek, Terorisme dan Perjalan Pulangnya Mencari Nasionalisme yang Sempat Hilang

Nama Umar begitu mashyur, baik di kalangan kelompok radikal maupun di kalangan penegak hukum. Pria kelahiran tahun 1970 ini terlibat sebagai asisten koordinator lapangan dalam insiden peledakan Bom Bali I tahun 2002.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement