Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Umar Patek: Air Mata Sang Pentolan Jamaah Islamiyah di Bawah Bendera Merah Putih

Yudhistira Dwi Putra , Jurnalis-Rabu, 01 November 2017 |08:00 WIB
Kisah Umar Patek: Air Mata Sang Pentolan Jamaah Islamiyah di Bawah Bendera Merah Putih
Umar Patek usai menjadi pasukan pengibar bendera (FOTO: Okezone)
A
A
A

Atas berbagai sepak terjangnya, Umar bahkan sempat menjadi buronan terorisme nomor satu paling dicari oleh pemerintah dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Australia dan Filipina. Bahkan, pemerintah Ameria Serikat sampai menggelar sayembara untuk menangkap Umar. Kala itu, kepala Umar dihargai US$ 1 Juta.

Selain bom Bali I, Umar juga ditengarai berperan dalam berbagai pelatihan perang di Mindanao, Filipina. Tak main-main, dalam pelatihan perang dibawah naungan JI itu, Umar menjabat posisi sebagai komandan lapangan. Bahkan, teroris sekelas Noordin M Top pun diketahui pernah menjadi muridnya.

Pada 14 September 2006, Patek sempat dikabarkan terbunuh di Filipina, tepatnya di Provinsi Zulu. Namun, laporan tersebut tak terkonfirmasi sebagai sebuah fakta. Patek pun tetap dicari, status buronan pun tetap melekat kepadanya.

Pasca kematian pentolan JI lainnya, Dulmatin, Umar sempat digadang-gadang sebagai amir atau pemimpin kelompok selanjutnya. Seperti Dulmatin, kewajiban Umar sebagai amir adalah mengkoordinasi, menjalin komunikasi, mempersiapkan persenjataan hingga mengelola kaderisasi.

Umar tak kalah berbahaya Dulmatin. Meski kepala sang pendahulu dihargai lebih tinggi oleh pemerintah Amerika Serikat, yakni sebesar US$ 10 juta.

Tak seperti Dulmatin yang berpengalaman mengelola pergerakan, Umar cenderung berdiri di belakang layar. Ia adalah ahli strategi yang sangat handal. Selain itu, Umar juga dikenal dengan kemampuan intelijen dan spionase (penyamaran) yang mumpuni.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement