Dua Serangan Udara Arab Saudi Hantam Gedung Kementerian di Yaman

Rahman Asmardika, Okezone · Sabtu 11 November 2017 08:42 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 11 18 1812320 dua-serangan-udara-arab-saudi-hantam-gedung-kementerian-di-yaman-RXmAXkJHfE.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

SANAA – Setidaknya dua serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi dilaporkan telah menghantam gedung Kementerian Pertahanan, Yaman pada Sabtu, 11 November. Serangan tersebut dikhawatirkan menimbulkan korban warga sipil karena turut mengenai gedung-gedung lain di sekitarnya.

BACA JUGA: Gara-Gara Koalisi Arab Saudi Tutup Perbatasan, PBB Tak Dapat Kirim Bantuan ke Yaman

"Ada dua sampai tiga serangan terhadap Kementerian Pertahanan," demikian dilaporkan jurnalis lokal Hassain Abukhaiti sebagaimana dilansir RT, Sabtu (11/11/2017). Dia mengatakan, salah satu rudal yang dilepaskan telah menghantam sebuah rumah di dekat gedung militer dan dikhawatirkan menewaskan sebuah keluarga yang tinggal di sana.

“Rumah itu telah hancur. Kemungkinan besar seluruh keluarga terbunuh," kata Hassain.

Sebelumnya, Associated Press melaporkan keterangan saksi mata yang menyebutkan bahwa setidaknya dua serangan udara telah menyasar gedung Kementerian Pertahanan di Ibu Kota Sanaa yang dikuasai kelompok Houthi. Jet-jet tempur koalisi pimpinan Saudi masih terbang di atas Sanaa menyusul serangan tersebut.

Belasan rumah dilaporkan turut terkena imbas dari serangan udara tersebut. Berdasarkan keterangan saksi mata, setidaknya delapan orang dilarikan ke rumah sakit karena turut terkena serangan.

Ini adalah kedua kalinya Riyadh mengebom Sana'a dalam waktu kurang dari sepekan. Koalisi pimpinan Saudi juga menyerang gedung kementerian pertahanan di ibu kota Yaman itu Sabtu lalu, setelah pertahanan udara Arab Saudi mencegat sebuah rudal balistik yang ditembakkan dari Yaman ke Bandara King Khalid di Riyadh.

BACA JUGA: Ditembak Rudal Balistik dari Yaman, Arab Saudi Salahkan Iran dan Ancam Umumkan Perang

Pada Jumat, seorang komandan Angkatan Udara AS mengatakan bahwa senjata tersebut kemungkinan dipasok oleh Iran dan menimbulkan "ciri-ciri berasal dari Iran". Teheran dengan tegas menolak keterlibatannya, namun Arab Saudi tetap menuding Iran yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini