Para kiai ini memiliki cara masing-masing dalam menyuwuk para pejuang yang datang padanya. Misalnya Kiai Nawawi yang menyuwuk dengan memberikan piandel kain bertuliskan rajah. Sedangkan Kiai Zahid dengan cara memberikan minuman. Sementara Mbah Ilyas memberi ilmu kebal dengan cara menuliskan rajah pada tubuh pemuda itu.
"Menurut H Sholeh Hasyim, salah satu pejuang, saat hendak disuwuk, Mbah Ilyas ini meminta satu persatu pejuang tidur tengkurap tanpa mengenakan baju. Jadi dengan tangannya sendiri beliau menuliskan rajah bertinta minyak di punggung para pemuda itu. Minyak yang digunakan itu harum baunya," terang Yuhan.
Suwuk ampuh para kiai ini ternyata begitu kondang. Tidak hanya pemuda pejuang yang berasal dari Hizbullah yang datang ke mereka, melainkan banyak anggota kelompok lain. Seperti halnya, pejuang BPRI Cabang Mojokerto dan juga para prajurit lainnya. Dengan suwuk itulah timbul keyakinan, jika akan mendapatkan keselamatan dalam pertempuran.
"Kontribusi para kyai seperti itu memang luput dari catatan. Namun diakui atau tidak, ilmu suwuk ikut berperan dalam perang kemerdekaan. Jadi sudah sepantasnya kita menghargai apa yang diberikan beliau-beliau para kiai kepada bangsa ini," tandas Yuhan.
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.