Image

Rohadi Akui Titipkan STNK Mobil Dugaan Gratifikasi Bupati Indramayu ke Daniel Muttaqien

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 14 November 2017, 21:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 14 337 1814111 rohadi-akui-titipkan-stnk-mobil-dugaan-gratifikasi-bupati-indramayu-ke-daniel-muttaqien-6ZcVjrNLHP.jpg foto: Illustrasi Okezone

JAKARTA - Mantan Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rohadi mengaku pernah menyer‎ahkan mobil hasil dugaan gratifikasi kepada Bupati Indramayu, Anna Sopiah. Mobil tersebut bermerk Pajero Sport dengan nomor polisi B 104 ANA.

Sebagaimana hal tersebut diakui Rohadi usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) atas perkara yang menjeratnya.

"Yang Pajero itu mengenai gratifikasi murni untuk Bupati Indramayu Anna Sopanah," kata Rohadi di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (14/11/2017).

 (Baca juga: KPK Periksa Unsur PNS dan Swasta Terkait Gratifikasi Rohadi)

Rohadi menjelaskan, serah terima mobil dugaan hasil gratifikasi tersebut terjadi di sebuah rumah makan‎ di daerah Jakarta Pusat. Pada saat itu, Rohadi sempat menitipkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) mobil itu ke anak Anna Sopiah, Daniel Muttaqien.

"Mengenai STNK-nya itu diterima oleh saudara Daniel Muttaqien di Rumah Makan Sate Senayan Kebon Sirih," jelasnya.

 (Baca juga: Mobil Pajero Jadi Saksi Bisu Keterlibatan Bupati Indramayu di Kasus Suap Rohadi)

Saat ini, kata Rohadi, mobil dugaan gratifikasi milik Anna tersebut telah disita oleh penyidik KPK sebagi barang bukti yang nantinya akan memperkuat konstruksi perkara Eks Panitera Pengganti Jakarta Utara itu.

"(Mobilnya) sudah disita (KPK). Percayakan sama KPK (untuk mengusutnya)," tandasnya.

Diketahui, Daniel merupakan anak kandung Anna dan mantan Bupati Indramayu Irianto MS Syafiuddin atau yang akrab disapa Yance.

Nama Daniel sendiri saat ini tengah menjadi perhatian publik karena disodorkan DPP Partai Golkar untuk menjadi bakal calon Wakil Gubernur Jawa Barat mendampingi Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Sementara Yance yang menjabat sebagai Bupati Indramayu dua periode telah divonis bersalah dalam kasus korupsi pembebasan lahan seluas 82 hektar untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Sumur Adem, Indramayu. Anna sendiri sudah pernah diperiksa penyidik KPK pada 20 September 2016 silam.

Sementara Rohadi ditetapkan sebagai tersangka atas tiga kasus korupsi berbeda. Pertama, Rohadi diduga menerima suap pengurusan perkara pedangdut Saipul Jamil.

Selanjutnya, Rohadi juga ditetapkan sebagai tersangka penerimaan gratifikasi dalam kapasitasnya sebagai panitera PN Jakut dan PN Bekasi terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA).

Terakhir Rohadi ditetapkan sebagai tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) lantaran diduga menyamarkan sejumlah aset yang diduga diperoleh dari hasil korupsi.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini