nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

San Fransisco Terima Patung Wanita Penghibur, Osaka Ancam Putus Hubungan

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Kamis 23 November 2017 18:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 23 18 1819326 san-fransisco-terima-patung-wanita-penghibur-osaka-ancam-putus-hubungan-YbtOXcrr8N.jpg Patung budak seks yang diterima oleh Pemerintah Kota San Fransisco (Foto: BBC)

SAN FRANSISCO – Pemerintah Kota (Pemkot) San Fransisco secara resmi menerima sebuah patung yang menggambarkan para wanita penghibur pada masa Perang Dunia II. Para wanita penghibur itu dipekerjakan secara paksa untuk memuaskan para tentara Jepang.

BACA JUGA: PM Jepang Minta Patung Jugun Ianfu di Korsel Dihilangkan

Patung diterima Pemkot San Fransisco itu menggambarkan tiga orang perempuan muda yang berasal dari tiga negara berbeda, yakni Korea, China, dan Filipina. Ketiga gadis itu digambarkan sedang membentuk lingkaran dan saling berpegangan tangan.

Sebagaimana diketahui, patung wanita penghibur tersebut merupakan isu yang membuat Jepang marah di seluruh dunia. Sister City dari San Fransisco di Jepang, Osaka, langsung mengancam akan memutuskan hubungan kemitraan setelah pemkot sepakat menerima patung tersebut.

Melansir dari BBC, Kamis (23/11/2017), patung di San Fransisco itu dibuat secara diam-diam pada akhir September. Baru pada Rabu 22 November, Wali Kota Edwin Lee mengesahkan dokumen bahwa Pemkot secara resmi menerima patung tersebut.

BACA JUGA: Penyelesaian Kasus Budak Seks Jepang-Korsel Tersandung Patung

“Monumen ini menjadi saksi penderitaan ratusan ribu perempuan dan gadis muda yang disebut ‘Wanita Penghibur’, yang dijadikan budak seks oleh Angkatan Bersenjata Kekaisaran Jepang di 13 negara Asia Pasifik pada 1931-1945,” demikian bunyi keterangan di patung tersebut.

(Patung yang menggambarkan sosok Kim Hak-sun. Foto: BBC)

Selain patung tiga gadis tersebut, ada satu patung lagi yang didirikan terpisah. Patung perempuan lanjut usia (lansia) itu dibangun menyerupai sosok Kim Hak-sun, seorang korban yang pertama kali menyuarakan pengalamannya sebagai wanita penghibur selama pendudukan Jepang di Korea.

Wali Kota Osaka, Hirofumi Yoshimura, langsung menulis surat sebagai bentuk protes terhadap Pemkot San Fransisco. Ia mengancam akan menghakhiri kemitraan antara Osaka dengan San Fransisco yang sudah terjalin sejak 1957.

BACA JUGA: Amerika Serikat Resmikan Patung Budak Seks

Sebagaimana diketahui, sekira 200 ribu orang perempuan dari berbagai negara dipaksa oleh Jepang bekerja sebagai wanita penghibur di rumah-rumah bordil di kamp militer. Para perempuan itu didatangkan dari berbagai negara, seperti Korea, China, Filipina, Indonesia, dan Taiwan.

BACA JUGA: Protes Patung Jugun Ianfu, Diplomat Jepang Tinggalkan Korsel

Selain patung wanita penghibur yang memicu kontroversi di Seoul, Korea Selatan (Korsel), patung serupa juga ada di wilayah lain di AS, Kanada, dan Australia. Di Negeri Kanguru, patung wanita penghibur tersebut pertama kali didirikan pada 2016 sehingga memicu ketegangan hubungan dengan Jepang.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini