"Tinggal di sini cuma berdua, ada anak angkat perempuan tapi sekarang lagi pergi ke Lampung sama cucu,” sebut Tini.
Dalam ruangan yang ditempati kakek Radi, bau tak sedap begitu terasa. Aroma bekas tinja, pakaian kotor, bercampur baur menjadi satu. Apalagi di bagian depan gubuknya, ada kandang ayam yang juga menambah udara di kamar makin menyengat.
Dari pengakuan nenek Tini, belum ada satupun pihak terkait yang datang memberi bantuan pengobatan. Padahal, pengurus lingkungan di RT 02 dan RW 16 sudah mengetahui penderitaan yang dialami keluarganya.
"Enggak pernah ada yang datang, semua disini sudah pada tahu, tapi sampai sekarang ya begini saja. Mau berobat kan bayar, naik ojek ke rumah sakit kan bayar. Sekarang pasrah aja, semoga ada yang dengar biar pemerintah bisa bantu," harapnya lagi.
(Salman Mardira)