Share

Presiden Lebanon Pastikan Hariri Tetap Menjadi Perdana Menteri

Putri Ainur Islam, Okezone · Rabu 29 November 2017 18:50 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 29 18 1822715 presiden-lebanon-pastikan-hariri-tetap-menjadi-perdana-menteri-85dUSLLSmt.jpg Presiden Lebanon Michel Aoun dan PM Lebanon Saad al Hariri. (Foto: Reuters)

BEIRUT - Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan bahwa Saad al Hariri dipastikan tetap menjadi perdana menteri (PM) di negaranya. Krisis politik di Lebanon pasca-pidato Hariri untuk mengundurkan diri akan diselesaikan dalam beberapa hari.

"Kami baru saja selesai melakukan pembicaraan dengan semua kekuatan politik, di dalam dan di luar pemerintahan. Ada kesepakatan luas," ungkap Presiden Aoun saat kunjungannya di Italia, dilansir dari Reuters, Rabu (29/11/2017).

BACA JUGA: Usai Bicara dengan Presiden, PM Lebanon Saad Hariri Tunda Pengunduran Dirinya

Sebelumnya pada Senin 27 November, Hariri menyatakan bahwa ia akan tetap menjadi perdana menteri jika sekutu Lebanon di Iran, Hizbullah, menerima kesepakatan untuk menghindari konflik regional.

Ditanya tentang permintaan tersebut, Aoun, yang merupakan salah satu sekutu Hizbullah, mengatakan, "Hizbullah telah berperang melawan teroris ISIS di dalam dan luar Iran. Tapi saat perang melawan terorisme telah usai, para pejuang Hizbullah akan kembali ke negaranya," ungkap Presiden Aoun.

BACA JUGA: PM Lebanon Tak Terima Hizbullah Ancam Negara-Negara Arab

Sekadar informasi, kelompok tersebut memang diketahui tidak hanya menetap di Iran. Hizbullah berjuang bersama pasukan Presiden Suriah, Bashar al-Assad, melawan pemberontak yang berusaha mengusirnya, termasuk faksi-faksi yang didukung oleh Arab Saudi.

Hariri menyampaikan pengunduran dirinya dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di televisi saat dia berada di Arab Saudi pada 4 November. Dalam pidatonya tersebut, Hariri mengatakan bahwa dia harus mengundurkan diri karena adannya campur tangan dalam pemerintahan Lebanon oleh Iran dan Hizbullah, kelompok Syiah yang merupakan bagian dari pemerintah Iran. Pengunduran dirinya yang kontroversial tersebut memicu sebuah krisis politik di Lebanon dan menyodorkannya kembali ke dalam pergumulan regional antara Riyadh dan musuh utamanya di wilayah Iran.

Menanggapi keputusan Hariri kala itu, Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan bahwa dirinya tidak akan menerima pengunduran diri Hariri. Selain itu, Presiden Aoun juga menuding Arab Saudi menahan Hariri di Riyadh dan memaksanya untuk mundur. Namun akhirnya Hariri kembali ke Beirut pada 22 November dan memutuskan untuk tidak mengundurkan diri.

(pai)

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini