Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mantan Teroris yang Sempat Ingin Racuni Polisi Itu Kini Jadi Pengrajin Batu Bata

Agregasi Solopos , Jurnalis-Rabu, 29 November 2017 |11:00 WIB
Mantan Teroris yang Sempat Ingin Racuni Polisi Itu Kini Jadi Pengrajin Batu Bata
Paimin, mantan teroris yang kini jadi pengrajin batu bata (Foto: Solopos)
A
A
A

Paimin mendapat tugas membuat ramuan dari buah jarak sebagai campuran bahan racun. Dia menumbuk buah jarak itu dan memasaknya. Hasilnya diberikan kepada anggota jaringan lainnya yang sudah menyiapkan bahan racun.

“Saya tidak tahu bahan yang disiapkan teman saya itu. Saya hanya ditugasi membuat cairan dari buah jarak. Saat terkena uapnya saja, saya sudah mual-mual. Hasil akhirnya berupa cairan yang rencananya dimasukkan makanan. Belum sempat rencana terealisasi, kami sudah ditangkap Densus. Saya ditangkap saat menjalankan ibadah Salat Jumat di sebuah masjid di Kemayoran,” kisahnya.

Paimin masuk jaringan teroris karena diajak teman dekatnya. Ia baru tersadar ketika berada di penjara. Pendapat teman-temannya pecah. Paimin hanya terpikir nasib istri dan anaknya. Ia mengikuti persyaratan bebas bersyarat dengan menyatakan bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia berusaha bersikap baik agar bisa cepat pulang bersama keluarganya.

Akhirnya Paimin bebas

Sejak keluar dari penjara, ia sudah hilang kontak dengan teman-temannya. Ketujuh temannya itu berasal dari berbagai daerah yang berbeda, seperti dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Brebes, dan Jakarta.

“Masih ada satu teman yang pernah kontak bernama W tetapi hanya tanya kabar. Selebihnya yang pernah datang ke rumah ya dari BNPT [Badan Nasional Penanggulangan Terorisme], TNI, dan polisi,” katanya.

Kini, Paimin lebih nyaman hidup dengan keluarganya meskipun dengan pendapatan pas-pasan. Ia membantu orang tuanya membuat batu bata dan bekerja menjadi pengangkut sekam padi untuk bahan bakar pembakaran batu bata.

Dalam sehari penghasilannya tidak tentu, antara Rp60.000-Rp70.000 per hari. Kalau sepekan sekitar Rp300.000-Rp400.000. “Saya lebih bahagia hidup seperti sekarang ini. Saya bisa menemani ibu yang sudah tua,” ucapnya.

(Rizka Diputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement