Pada waktu itu, sudah ada hukum yang melindungi anak-anak dari kekerasan, tapi belum ada undang-undang yang berlaku untuk menangkap pelaku.
Etta wheeler bertekad menyelesaikan masalah ini dan meminta bantuan pengacara bernama Henry Berg. Didukung kesaksian para tetangga, Henry berhasil mengeluarkan Mary Ellen dari rumah ibu asuhnya dan membawa Mary McCormack ke pengadilan.
Mary Ellen dibawa ke ruang sidang dan diminta menceritakan apa yang dialaminya selama ini.
“Namaku Mary Ellen Wilson. Aku tidak tahu berapa usiaku. Mama mencambuk dan memukuliku hampir tiap hari dan meninggalkan bekas hitam dan biru di tubuhku. Aku hampir tidak pernah dicium dan disayang. Aku tidak pernah diizinkan keluar untuk bermain dengan anak-anak lain dan tidak pernah berbicara pada orang lain karena jika melakukannya, aku akan dicambuk. Setiap kali mama pergi ia akan mengurungku di kamar dan aku tidak diizinkan keluar. Tanda hitam di kepalaku adalah bekas luka dari gunting yang dipukulkan mama di kepalaku. Aku tidak ingin tinggal dengan mama lagi karena ia sering menyiksaku,” ujarnya.
Kisah Mary Ellen di persidangan itu membawa perubahan besar untuk menemukan solusi hukum atas kekerasan yang dilakukan orangtua. Pengadilan Tinggi New York telah mengubah pemahaman publik terhadap kekerasan terhadap anak dan pentingnya peran masyarakat untuk mencegah hal tersebut.
Mary McCormack dihukum satu tahun penjara atas perbuatannya, sedangkan Mary Ellen diasuh oleh Etta Wheeler. Pada 1874, Lembaga Perlindungan Kekerasan Anak New York didirikan.
Mary Ellen menikah pada 1888 dan memiliki dua anak. Ia juga mengadopsi seorang anak perempuan yang ia beri nama Etta, seperti nama penyelamatnya, Etta Wheeler.(Griska Laras Widanti/Magang)
(Rufki Ade Vinanda)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.