Image

Wagub DKI Minta Sekda Atur Jadwal untuk Ketemu Yayasan RS Sumber Waras

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 13:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 07 338 1826669 wagub-dki-minta-sekda-atur-jadwal-ketemu-rs-sumber-waras-TGxUbh8CLb.jpg Wagub DKI Jakarta, Sandiaga Uno (foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno mengatakan, dirinya menunggu kabar dari Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah untuk ketemu dengan Yayasan Rumah Sakit Sumber Waras. Pertemuan itu untuk membicarakan pengembalian uang sebesar Rp191 miliar.

"Pak Sekda tolong ditanyain kantornya di lantai 4. Saya sudah nanyain dua kali ke Pak Sekda. Saya belum dapat jadwal dari Pak Sekda. Jadi mungkin teman-teman bisa tanyain ke Pak Sekda kapan jadwal pertemuannya," kata Sandi, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (7/12/2017).

Ia mengaku telah membicarakan persoalan tersebut dengan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto. Kata dia, pihaknya memiliki cita-cita untuk membangun sebuah rumah sakit yang dapat menampung masyarakat lebih banyak.

"Kami adakan pertemuannya dulu. Kemarin saya sudah bicara lagi sama Pak Dinas Kesehatan, Pak Koes, saya sampaikan bahwa keinginan untuk membangun rumah sakit dan harapan masyarakat yang tinggi itu tentunya harus kita hadirkan," imbuhnya.

(Baca juga: Soal Lahan Sumber Waras, Sandi: Kami Akan Selesaikan secara Kekeluargaan)

Lebih lanjut, Sandi berkata, ia menyayangkan pembangunan itu terkendala oleh temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyatakan ada sebuah kerugian negara.

"Namun karena status lahan itu masih sebagai temuan BPK, kami harus pastikan dulu," tuturnya.

Sebelumnya, Sandiaga mengatakan pihaknya berencana duduk bersama dengan Yayasan Kesehatan Rumah Sakit Sumber Waras agar permasalahan sengketa pembelian lahan terselesaikan.

"Jadi daripada deadlock kita akan berkunjung untuk pastikan tindak lanjut temuan BPK sehingga masalah lahannya clear," kata Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu, 29 November 2017.

(Baca juga: Kasus RS Sumber Waras Masih Buntu, Wagub DKI Bakal Temui Pihak Yayasan)

Ia menambahkan, nantinya pertemuan itu akan membicarakan ihwal pengembalian uang Rp191 miliar. Sebab, kata dia, ketika Dinas Kesehatan DKI memintanya, mereka tak bersedia untuk mengembalikan.

"Ternyata di dinas kesehatan sudah menagih dan dari RS Sumber Waras tidak merasa ada dasarnya kembalikan Rp191 miliar," tandasnya.

Mahkamah Agung (MA) resmi memutuskan untuk menghukum Ketua Perhimpunan Sosial Candra Naya (PSCN), I Wayan Suparmin selama 1 tahun 6 bulan penjara. MA menilai Suparmin melakukan kejahatan penggelapan dalam kasus pemindahan kepemilikan Rumah Sakit (RS) Sumber Waras.

Informasi yang dikutip dari website resmi Mahkamah Agung. MA mengabulkan permohonan dari pemohon untuk membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Jakarta Nomor 231/PID/2015/P.T.DKI tanggal 16 November 2015 putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat Nomor 1222/Pid.B/2015/PN.Jkt.Brt tanggal 23 September 2015.

Oleh karena itu, MA telah menjatuhkan pidana kepada terdakwa I Wayan Suparmin dipidana penjara selama 1 tahun 6 bulan dan menetapkan masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Selain itu dalam putusan, MA juga memerintahkan terdakwa untuk ditahan.

Untuk diketahui, RS Sumber Waras didirikan Perhimpunan Sosial Candra Naya (Sin Ming Hui) pada 17 Agustus 1962. Seiring waktu, terjadi pemindahan kepemilikan dari PSCN ke Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSW) pada 6 Desember 1962.

Dalam perjalanannya, bank menyerahkan sertifikat tanah hak milik RS Sumber Waras ke Suparmin. Padahal, RS Sumber Waras sudah beralih ke YKSW dengan Ketua Yayasan Sumber Waras Kartini Muljadi.

Kasus pun bergulir ke pengadilan dan Suparmin duduk di kursi pesakitan. Pada September 2015, Suparmin dihukum 18 bulan penjara. Keadaan berbalik yaitu ia dilepaskan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta pada 16 November 2015.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini