43,4% Warga Jatim Tak Tahu Daerahnya Akan Menggelar Pilgub Tahun Depan

Nurul Arifin, Okezone · Rabu 13 Desember 2017 16:14 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 13 519 1829795 43-4-warga-jatim-tak-tahu-daerahnya-akan-menggelar-pilgub-tahun-depan-3aB7H3mnF8.jpg

SURABAYA - Jumlah masyarakat Jawa Timur yang tidak paham soal Pilgub Jatim masih tinggi berdasrkan survei dari Surabaya Survey Center (SSC) sebanyak sebanyak 43,4 persen yang belum paham bahwa Pilgub Jatim akan digelar pada tahun 2018 mendatang.

Survei yang digelar oleh SSC ini, melibatkan 940 responden dengan metode multistage random sampling sebanyak 480 orang masih belum mengetahui tentang pilgub Jatim yang akan digelar pada tahun 2018 mendatang. Kemudian 66,6 persen masyarakat yang sudah paham tentang perhelatan pesta demokrasi tahun depan.

Peneliti Senior SSC Surokhim Abdussalam mengatakan, temuan tersebut dapat diartikan bahwa KPU belum menunjukkan keseriusaanya dalam kaitan sosialisasi terkait pilgub Jatim 2018.

"Ini kan ada 10 bulan menjelang Pilgub Jatim tapi gregetnya tidak ada terkiat dengan informasi dan tahapan Pilkada atau yang bias mematik perhatian dan rasa ingin tahu publik," kata Rokim dalam paparan hasil Survei SSC di Surabaya, Rabu (13/12/2017).

Dekan Fisip Universitas Tronojoyo Madura ini juga mengatakan, untuk menyikapi hal ini, perlu ada kolaborasi antara KPU dengan berbagai jaringan kelompok masyarajat. Sosialisasi bisa dilakukan dengan jejaring media yang potensial dan dilihat mampu menyakurkan informasi kepada masyarakat.

"Karena apabila dibiarkan, wajar jika masyarakat menjadi apatis dan ayem. Jumlah Golput semakin lama semakin tinggi jika tidak ada yang bisa mematik partisiapsi politik dalam pemilu. Di sini penyelenggara pemilu menjadi dituntut untuk proaktif dalam kaitan sosialisasi," tegasnya.

Rokim juga menyebut, banyak faktor yang membuat publik tidak responsive terhadap pemilu. Misalnya, pemilu tidak mampu memberikan solusi kongrit kepada para pemilih rasional.

Sementara dalam hasil penelitian yang sama menunjukkan sebanyak 27,7 persen yang belum pasti menggunakan hak pilihnya dalam pilgub Jatim mendatang. "Fenomena demokrasi mutakhir ini menjadikan angka swing voters dan angka undecided voters akan terus meningkat," pungkas Rokim.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini