Solikhin menjelaskan, jika dilihat dari lokasi pusat gempa bumi, bencana alam tersebut berada pada lajur kegempaan di zona subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.
"Dari kedalamannya dapat dikategorikan sebagai gempa bumi berkedalaman menengah dan magnitudonya cukup besar sehingga dampaknya atau guncangannya akan dirasakan meluas bahkan hingga ke Jakarta dan Bali," ujarnya.
Gempa Tasikmalaya, menurut dia, berbeda dengan gempa 6,5 SR yang mengguncang Pidie Jaya, Aceh pada 7 Desember 2016 yang menewaskan lebih 100 orang dan merobohkan banyak bangunan.
"Gempa Pidie Jaya dibangkitkan oleh aktivitas sesar atau patahan dengan kedalaman sumber yang dangkal. Dampak kerusakan pada gempa semalam tapi dari informasi sementara diketahui ada banyak kerusakan di beberapa daerah hingga ada juga korban jiwa dan luka-luka," tandasnya.
(Salman Mardira)