nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hewan Tapir yang Ditemukan Warga Sempat Rusak Tanaman

Liansah Rangkuti, Jurnalis · Selasa 19 Desember 2017 03:57 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 19 340 1832509 hewan-tapir-yang-ditemukan-warga-sempat-rusak-tanaman-dXtnBizGyR.jpg foto: Illustrasi Okezone

KOTA PINANG - Frengki Samosir (28) warga Lingkungan Kampung Kristen, Kabupaten Labuhan Batu Selatan (Labusel), Sumatera Utara itu menemukan seekor Tapir di halaman rumahnya. Menurutnya, Tapir tersebut telah merusak tanaman di sekitar rumahnya.

“Awalnya ku pikir Gajah, karena ada belalainya. Tapir itu merusak tanaman di belakang rumah, maka kami tangkap menggunakan tali,” kata Frengki, Senin (18/12/2017).

Hewan langka yang memiliki belalai itu dilindungi pemerintah dan diyakini bukan berasal dari alam Kabupaten Labusel. Diduga Tapir itu merupakan hewan peliharaan yang kabur.

Ia mengaku melihat hewan dengan nama latin Tapirus Indicus itu sedang berkeliaran di depan rumahnya sekira pukul 04.00 WIB. Frengki bersama ayahnya kemudian menjerat hewan berwarna putih dan hitam itu menggunakan tali.

 (Baca juga: Kelaparan, Tapir Masuk ke Pemukiman Warga)

Setelah tertangkap, Tapir tersebut kemudian dibawa ke lokasi Pembibitan Ternak dan Puskeswan milik Dinas Perkebunan dan Perternakan Pemerintah setempat di Dusun Simpang Kayu Manis, Desa Pekan Tolan, Kecamatan Kampung Rakyat, Labusel untuk mendapatkan perawatan.

Di tempat itu, hewan tersebut diberi obat untuk memulihkan sejumlah luka di tubuhnya dan di berikan makanan. Karena ia mengaku hewan tersebut sudah mengalami luka di bagian kaki saat dievakuasi warga yang menemukannya.

“Tadi kami hanya melakukan upaya memulihkan kesehatan dan traumanya saja, setelah ada izin lanjutan dari pihak terkait baru kita bawa satwa untuk pengobatan lebih lanjut” kata seorang tenaga medis Drh. Putri Wulandari.

Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), untuk penanganan lebih lanjut hewan tersebut. Menurutnya, Pemkab tidak memiliki lokasi untuk penangkaran hewan tersebut.

"Hewan ini mustinya dibawa malam hari untuk menghindari kerusakan kulitnya yang sangat sensitif, akan rusak jika terkena matahari," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini