Netanyahu Klaim Banyak Negara Akan Pindahkan Kedubes ke Yerusalem

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Sabtu 23 Desember 2017 15:11 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 23 18 1835037 netanyahu-klaim-banyak-negara-akan-pindahkan-kedubes-ke-yerusalem-IF9Bmxi2lJ.JPG PM Israel Benjamin Netanyahu (Foto: Amir Cohen/Reuters)

TEL AVIV – Ratusan negara anggota PBB resmi mendukung resolusi yang isinya menolak pengakuan Amerika Serikat (AS) atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Meski demikian, Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu mengklaim beberapa negara sudah mempertimbangkan pemindahan Kedutaan Besar dari Tel Aviv ke Yerusalem.

“Kita sekarang berbicara kepada beberapa negara yang serius mempertimbangkan mengikuti langkah AS memindahkan kedutaan ke Yerusalem,” ujar Benjamin Netanyahu dalam wawancara dengan CNN, melansir dari Russia Today, Sabtu (23/12/2017).

“Saya bisa saja mengatakan (negara mana saja), tetapi tidak bisa, karena ingin pemindahan itu berlangsung dengan sukses dan saya pikir peluangnya cukup bagus,” sambung Ketua Partai Likud itu.

BACA JUGA: PBB Tolak Klaim AS Jadikan Yerusalem Ibu Kota Israel

Pada Kamis 21 Desember, Majelis Umum PBB mengesahkan resolusi tidak mengikat yang mengutuk pemindahan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem. PBB juga mengimbau agar negara-negara anggota tidak mengikuti langkah AS dengan memindahkan misi diplomatik mereka ke Yerusalem.

Meski Israel mengakui Yerusalem sebagai ibu kota, dunia internasional bersikeras menginginkan status kota suci itu ditentukan lewat perundingan damai dengan Palestina. Namun, Netanyahu sekali lagi menegaskan bahwa keputusan Presiden Donald Trump atas Yerusalem adalah pengakuan terhadap sejarah.

BACA JUGA: AS Ancam Catat Nama Anggota PBB Pendukung Resolusi Yerusalem 

“Yerusalem sudah menjadi Ibu Kota Israel selama 3.000 tahun sejak masa Raja Daud. Yerusalem sudah menjadi Ibu Kota Israel selama 70 tahun, dan sudah waktunya bahwa AS, saya senang mereka mengatakannya, bahwa ini ibu kota dan kami mengakuinya. Saya pikir itu akan segera diikuti negara-negara lain,” tutup Benjamin Netanyahu.

BACA JUGA: PM Israel Berterima Kasih Atas Veto AS Soal Resolusi Yerusalem 

Sebagaimana diketahui, berdasarkan resolusi 181 PBB pada 1947, tanah Palestina dipecah menjadi tiga, yakni wilayah yang masuk ke Negara Yahudi, Negara Arab, dan Yerusalem yang diberikan status internasional khusus. Namun, resolusi itu tidak pernah diimplementasikan karena Israel rutin mencaplok wilayah Palestina sejak 1967 dan tidak mematuhi pembagian wilayah oleh PBB tersebut.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini