Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Perayaan Natal dan Tradisi Pembuatan Miniatur Kandang Tempat Lahir Yesus Sang Juru Selamat

Adi Rianghepat , Jurnalis-Minggu, 24 Desember 2017 |17:32 WIB
Perayaan Natal dan Tradisi Pembuatan Miniatur Kandang Tempat Lahir Yesus Sang Juru Selamat
Miniatur Kandang Tempat Lahir Yesus Sang Juru Selamat (foto: Aloysius Jarot Nugroho/Antara)
A
A
A

KUPANG - Waktu terus bergerak menelan senja, pertanda malam tiba. Namun mereka, para pemuda itu masih saja tekun menyelesaikan tugasnya membuat miniatur kandang Natal yang diimani sebagai tempat lahir Yesus sang Juru Selamat.

"Kandang natal ini harus segera selesai karena perayaan ekaristi memperingati kelahiran Yesus yang diimani umat kristiani sejagad sebagai sang juru selamat umat manusia tinggal beberapa hari saja. Kami harus lembur," kata seorang pemuda Simon Gerans (46) dikala berbincang dengan Okezone di sela-sela aksi pembuatan miniatur kandang Natal di Gereja Paroki St Yosep Pekerja Penfu.

(Baca Juga: Geliat Kemeriahan Menyambut Natal di Bangka Belitung)

Gereja St Yosep Pekerja Penfu adalah salah satu paroki (wilayah layanan pastoral) di Keuskupan Agung Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Proses Pembuatan Miniatur Kandang Tempat Lahir Yesus Sang Juru Selamat (foto: Adi Rianghepat/Okezone)

Menurut Simon setiap perayaan Natal umat paroki itu diberi tanggung jawab untuk mempersiapkan segala aksesoris di dalam gereja termasuk kandang Natal untuk mendukung pearayaan ekaristi umat. Hal ini sudah menjadi tradisi dan terus berulang saban tahun.

Untuk perayaan Natal 25 Desember 2017 ini, umat wilayah VII paroki itu yang diberi tanggung jawab menyediakan segalanya, termasuk pembuatan kandang natal itu.

Dalam kisah kelahiran Yesus yang ditulis para penginjil dalam kitab suci, disebutkan Putera Allah yang menjelma menjadi manusia itu dilahirkan oleh seorang perempuan bernama Maria di sebiah kandang hewan yang kumuh dan kotor karena ketiadaan penginapan.

Di Betlehem kota Daud itulah kandang yang hina dina itu berada. Dalam konteks ceritera yang diimani itulah telah mendorong tradisi umat Kristiani sejagad untuk selalu membuat miniatur kandang hewan di setiap perayaan Natal senagai pengingat alan kisah kelahiran Yesus Kristus yang adalah Tuhan itu.

"Ya, sama seperti yang saya dan teman-teman saya umat wilayah VII Paroki St Yosep Pekerja Penfui lakukan saat ini," kata Simon.

Tanggung jawab ini sebagai bagian dari pelayanan dan bukti kasih sebagaimana nilai yang ditanam Yesus sensiri kepada umat-Nya yang memberi kasih-Nya dan rela datang ke dunia di Natal ini dan wafat bagi semua umat yang percaya pada Dia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement