Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Merdeka 66 Tahun, Rakyat Libya Rindu Perdamaian

Merdeka 66 Tahun, Rakyat Libya Rindu Perdamaian
Seorang pria mengibarkan bendera Libya. (Foto: Libyan Express)
A
A
A

TRIPOLI - Rakyat Libya memperingati 66 tahun kemerdekaan mereka. Satu hal yang paling dirindukan warga Libya adalah perdamaian mengingat perpecahan politik dan kondisi tidak aman terus menghantui negara itu.

Amani Saeed (25), optimistis bahwa peringatan kemerdekaan akan menyaksikan berakhirnya kerusuhan dan awal perdamaian, yang telah hilang selama bertahun-tahun.

"Kami merasa kami telah kehilangan tahun-tahun penting belakangan ini. Kami ingin memperbaiki ini dengan menyelesaiakan silang-pendapat melalui dialog dan tanpa kekerasan. Konflik telah menewaskan dan membuat keluarga kami kehilangan rumah. Konflik juga memaksa putra kami membayar harganya," kata mahasiswi kedokteran itu dalam Peringatan HUT ke-66 Libya, Minggu 24 Desember, kepada Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin (25/12/2017).

"Rakyat Libya sudah jemu dengan bahasa senjata dan menginginkan perdamaian pada 2018. Mereka ingi semua perang antara suku dan kota besar berakhir dan susunan masyarakat menjadi kuat lagi di Libya," kata Dalal Meftah, seorang pekerja sosial.

"Peringatan kemerdekaan kami adalah saat bersejarah yang harus diperingati oleh setiap orang dan dijadikan peluang untuk bersatu. Setiap orang takut, dan ini lah waktunya untuk membenarkan semuanya," wanita tersebut menjelaskan.

Pemerintah Libya Timur dan Barat menyampaikan harapan bahwa peringatan kemerdekaan akan menjadi kesempatan baik bagi perujukan dan toleransi di kalangan rakyat Libya.

Najah Hameed, yang memiliki hubungan dengan mendiang Raja Libya, Idris As-Senussi, selama hari-hari awal kemerdekaan Libya, mengutip pernyataan Raja tersebut bahwa "memelihara kemerdekaan labih berat dibandingkan dengan memperolehnya".

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement