Contoh kecil, menyediakan lahan parkir. Tidak hanya itu, dua pengurus tempat ibadah ini pun saling bergotong-royong menjaga kebersihan lingkungan masjid dan gereja. Intinya saling menjaga dan membantu. Soal waktu ibadah yang jamnya bersamaan pun, selalu ada koordinasi antarumat.
Untuk diketahui, Masjid Nurbaitillah berdiri di atas tanah yang dulunya milik Gereja HKBP. Pada tahun 2000, pihak pengurus Masjid membeli bidang tanah tersebut seharga Rp31 juta. Masjid ini kemudian dibangun dan diresmikan pada tahun 2004.
Pagar panjang di antara dua rumah ibadah itu seolah bukan pembatas yang berarti ketika ditembus kesepahaman mereka akan indahnya keberagaman. Kerukunan hidup beragama, saling menghargai, bertoleransi, telah berlangsung puluhan tahun di pemukiman padat ini menjadi simbol harmonisnya Kalimantan Barat, Indonesia yang sebenarnya.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.