Image

Ditinggal PKS dan PAN di Pilgub Jabar, Demokrat: Kami Sudah Memiliki Pacar Baru

Oris Riswan, Jurnalis · Kamis 28 Desember 2017 09:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 28 525 1836751 ditinggal-pks-dan-pan-demokrat-kami-sudah-memiliki-pacar-baru-4QYj8YDmPu.jpg Deddy Mizwar dan Kader Partai Demokrat (foto: Okezone)

BANDUNG - PKS dan PAN memalingkan dukungannya di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018. Semula, kedua partai ini cukup mesra dengan Demokrat dan digadang-gadang akan mengusung Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu.

Tapi, PKS dan PAN justru 'lari' untuk berkoalisi dengan Gerindra mengusung pasangan Mayjen TNI (Purn) Sudrajat-Ahmad Syaikhu.

(Baca Juga: Ini Sikap Deddy Mizwar jika Gagal Maju di Pilgub Jabar)

Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Irfan Suryanagara tidak mau mengomentari lebih jauh soal berpalingnya PKS dan PAN. Ia hanya menyebut kesepakatan awal antara Demokrat-PKS-PAN sudah resmi berakhir.

Bahkan, ia menolak jika disebut PKS dan PAN meninggalkan Demokrat begitu saja. Ia memandang itu hanya persoalan jodoh. Demokrat tidak berjodoh untuk berkoalisi dengan dua partai itu di Pilgub Jawa Barat.

"Memang semula ada satu kesepahaman dengan beberapa partai. Setelah itu DPP lain membuat kesepakatan (dengan Gerindra), kesepakatan itu berarti menggugurkan kesepakatan yang ada. Jadi di sini tidak ada tinggal-meninggalkan," kata Irfan di Bandung, Rabu (27/12/2017) malam.

Demokrat sendiri kini sudah memiliki 'pacar baru' yaitu Golkar. Di tingkat Jawa Barat, kedua partai sudah sepakat menjalin koalisi. Hal itu tinggal dilaporkan ke DPP masing-masing untuk mendapatkan pengesahan.

Soal Gerindra yang berkoalisi dengan PKS dan PAN, ia justru menyampaikan doa. "Mudah-mudahan Tuhan memberkati dan menjadi barokah untuk masyarakat Jawa Barat. Itu doa kami untuk kawan-kawan dari PKS, kawan-kawan dari Gerindra, dan kawan-kawan yang lain," tutur Irfan.

(Baca Juga: Begini "Chemistry" Dedi Mulyadi dan Deddy Mizwar)

Sementara itu, Deddy Mizwar yang tadi malam tidak menghadiri konferensi pers bersama Golkar dan Demokrat karena sakit, mengunggah pernyataan sikapnya melalui akun Instagram @deddy_mizwar.

Ia mengunggah foto Ahmad Syaikhu bersama para ratusan kader PKS yang sedang memegang poster berisi foto Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu. Ia pun membubuhi keterangan fotonya dengan pernyataan sikap.

"Saya sangat menghormati keputusan politik tersebut, dan hal tersebut adalah suatu dinamika yang biasa dalam politik," tulisnya.

Demiz lalu memaparkan kronologi awal kerjasama Gerindra dan PKS yang mengusung dirinya sebagai cagub dan Syaikhu di posisi cawagub. Gerindra kemudian 'mencabut' dukungan.

Tak lama berselang, PKS tetap bersama dirinya dan membentuk koalisi zaman now dengan Demokrat dan PAN. "Dan sekarang, PKS kembali reuni dengan Gerindra untuk berkoalisi bersama dengan mengusung calon gubernur pilihan mereka sendiri," jelasnya.

Meski tak lagi didukung PKS, Demiz mengaku tetap menjalin silaturahmi dan hubungan baik dengan PKS. Ia juga melakukan hal serupa dengan pihak-pihak terkait.

"Akhir kata, salam hormat saya untuk seluruh jajaran pengurus dan kader PKS yang selama ini telah membersamai saya dalam perjalanan menuju Pilkada Jabar 2018 ini; rekan-rekan PKS telah banyak mewarnai saya dengan integritas nilai-nilai yang Islami," tuturnya.

"Semoga Allah SWT merahmati kita semua, dan kami berdoa agar Pilkada Jabar 2018 ini akan berlangsung dengan aman, tertib, dan damai," pungkas Demiz.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini